Ganjar: Listrik Itu Masalah Serius, PLTU Batang Sumber Utama

Kompas.com - 27/04/2016, 08:38 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo seusai berbicara dalam Forum Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2016 di Semarang, Selasa (26/1/2016) Kompas.com/Nazar NurdinGubernur Jateng Ganjar Pranowo seusai berbicara dalam Forum Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2016 di Semarang, Selasa (26/1/2016)
|
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku, menaruh hormat kepada sejumlah aktivis lingkungan yang sedang mengadvokasi para petani dan warga yang menolak pendirian pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Rasa hormat itu lantaran mereka memperjuangkan kepentingan rakyat. Namun mereka diingatkan agar perjuangan harus terbingkai dalam aturan hukum yang berjalan di Indonesia.

“Saya tidak tahu, orang memperjuangkan akan saya hormati, yang penting mengedukasi secara baik. Ada jalur hukum yang harus dilalui. Ingat negara ini butuh energi besar untuk itu,” kata Ganjar, Selasa (26/4/2016).

Kebutuhan energi, terutama energi listrik sudah sangat mendesak. Listrik menjadi kebutuhan dasar untuk menggerakkan lini industri lainnya. Ganjar pun tak mempermasalahkan jika nantinya harus berhadap-hadapan dengan pihak yang tidak setuju dengan pembangunan PLTU.

“Listrik masalah serius. Batang itu (sumber) listrik utama. Ini yang membantu energi kita mandiri. Saya dihajar Green Peace, saya lawan. Enggak bakal bangun pabrik jika tak ada listrik,” ujar dia.

Pembangunan listrik dengan tenaga uap masih relevan dibangun di Indonesia. Listrik dengan tenaga batu bara dianggap masih relevan lantaran negara lain masih menggunakan skema yang serupa.

“Kenapa orang tidak teriak nuklir, teriak nuklir di Jepang ditutup. Kita belum sampai sana lho (nuklir). Ini masalah kedaulatan negara untuk kemakmuran rakyat,” tambah dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk penyediaan pasokan listrik, beberapa daerah di Jateng sendiri sedang mempersiapkan pembangunan, diantaranya Cilacap, dan Jepara (Tanjung Jati B). Untuk pembangunan pembangkit listrik yang ramah belum memberi manfaat secara cepat. Energi terbarukan seperti angin, matahari, hingga panas bumi belum bisa dieksplore dengan baik.

“Listrik ramah lingkungan belum bisa. Batubara digunakan Jepang dan lainnya enggak diprotes. Angin belum ada, matahari belum ada. Panas bumi seksi, tapi enggak bisa cepat,” tambah dia.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.