Pemasok Sabu untuk Polisi dan PNS Samsat Diringkus

Kompas.com - 01/04/2016, 09:48 WIB
Ruslan, salah satu pemasok sabu-sabu ke oknum pegawai samsat polewali mandar dan anggota Polres POlewali Mandar Sulawesi barat ditangkap saat akan bertransaksi dnegan anggota polisi yang berpura-pura sebagai pemesan barang. KOMPAS.ComRuslan, salah satu pemasok sabu-sabu ke oknum pegawai samsat polewali mandar dan anggota Polres POlewali Mandar Sulawesi barat ditangkap saat akan bertransaksi dnegan anggota polisi yang berpura-pura sebagai pemesan barang.
|
EditorCaroline Damanik

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Polewali Mandar kembali menangkap anggota jaringan pemasok sabu kepada oknum PNS Samsat dan Anggota Polres Polewali Mandar.

Ruslan (30), pengedar asal Campurjo, ditangkap Sat Narkoba Polres Polman saat ingin bertransaksi dengan salah satu oknum anggota Polres Polman Bripka Agus, Jumat (1/4/2016) dinihari.

Penangkapan Ruslan merupakan hasil pengembangan dari hasil tes positif narkoba dari Bripka Agus di Kantor Sat Narkoba Polres Polman beberapa saat lalu.

Berawal dari pengakuan Bripka Agus, Ruslan dipancing melalui polisi yang menyamar hendak membeli sabu. Setelah keduanya sepakat akan bertransaksi di satu tempat, polisi langsung menangkap Ruslan di rumahnya.

Polisi yang menggeledah rumah Ruslan menemukan sabu dan alat isap. Dia  pun digiring petugas ke Mapolres Polewali Mnadar.

Sementara itu, tertangkapnya Ruslan berawal dari pengakuan salah satu PNS di Kantor Samsat yang dinyatakan positif narkoba dalam tes urine mendadak.

Pengakuan serupa juga diungkapkan Bripka Agus anggota Polres Polman yang dinyatakan positif narkoba. Bripka Agus sebelumnya tercatat sebagai anggota Lantas Polsek Wonomulyo. Namun karena diketahui menggunakan narkoba oleh pimpinannya, Agus akhirnya ditarik ke Mapolres Polman sebagai anggota jaga di KSPK.

Agus sempat mendapat dispensasi Kapolres agar berhenti dan berjanji tidak akan pernah lagi menggunakan narkoba. Namun belakangan setelah tes urine, Bripka Agus diketahui tetap mengonsumsi narkoba.

Kapolres Polman AKBP Agoeng Adi Koerniawan menegaskan, polisi yang menggunakan narkoba akan menjalani proses hukum sesuai aturan yang berlaku.

"Yang bersangkutan sudah saya peringatkan untuk tidak menggunakan narkoba. Ternyata peringatan saya diabaikan dan tidak didengar juga. Yah mau atau tidak harus tanggung resiko," ungkapnya.

Diduga, Ruslan tak hanya memasok barang haram kepada PNS di samsat dan anggota polisi, tetapi juga ke sejumlah tempat lain di Polewali Mandar. Polisi juga tengah menyelidiki asal usul pasokan sabu untuk Ruslan.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Status Bencana Naik, Gugus Tugas Covid-19 Sumut Dipimpin Gubernur dan Pangdam

Status Bencana Naik, Gugus Tugas Covid-19 Sumut Dipimpin Gubernur dan Pangdam

Regional
Satu Jemaah Tabligh Asal Lampung Positif Covid-19 di Bengkulu

Satu Jemaah Tabligh Asal Lampung Positif Covid-19 di Bengkulu

Regional
Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Regional
Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Regional
Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Regional
Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Regional
Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Regional
UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

Regional
40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan 'Lockdown'

40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan "Lockdown"

Regional
Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Regional
TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain 'Lockdown' Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain "Lockdown" Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

Regional
Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Regional
Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Regional
Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Regional
Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X