Kisah Suami Istri Rintis Warung Berbayar Sampah Plastik karena Bangkrut

Kompas.com - 15/03/2016, 15:31 WIB
Warung di sekitar TPA Jatibarang Kota Semarang ini menggunakan plastik sebagai alat bayar makanan, Senin (14/3/2016) KOMPAS.com/NAZAR NURDINWarung di sekitar TPA Jatibarang Kota Semarang ini menggunakan plastik sebagai alat bayar makanan, Senin (14/3/2016)
|
EditorCaroline Damanik
SEMARANG, KOMPAS.com – Wajah sumringah terpancar jelas dari raut muka Sarimin (54) dan Suratmi (52) sore itu. Pasangan suami-istri ini terlihat bahagia lantaran bisa kembali berusaha.

Sempat bangkrut akibat bisnis rongsokan sampah di Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, pasangan itu kembali merintis usaha baru, yaitu warung makan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Uniknya, makanan yang dibeli cukup dibayarkan dengan plastik. Oleh karena itu, target pembelinya adalah para pemulung yang mengais nafkah di tempat sampah terbesar di Semarang.

Surimin dan Suratmi sadar betul tentang usahanya yang digelutinya kini. Meski usahanya baru berjalan tiga bulan, pasangan yang telah 8 tahun menekuni bisnis barang bekas itu optimistis akan sukses. Apalagi mereka berpengalaman menangani para pemulung.

Mereka terus berupaya demi menafkahi anak-anak yang tengah mengenyam pendidikan tinggi.

“Saya aslinya punya tanaman tembakau, sama jualan barang bekas. Semua habis karena banjir, kami banyak utang makanya cari penghidupan lain,” kata Suratmi, Senin sore.

Beban itulah yang kini membuatnya kreatif. Dari empat warung makan yang ada di TPA Jatibarang, hanya warungnya yang menggunakan alat transaksi plastik.

Tiap kilogram plastik dihargai Rp 400. Plastik yang mereka kumpulkan kemudian dijual lagi ke pengepul dengan harga Rp 500.

“Jadi, kami sudah untung Rp 100 dari sana. Memang kecil, tapi lumayan kalau ditekuni tiap hari,” imbuh Sarimin di warung Gas Methan miliknya.

"Lumayan karena gas metana ini gratis. Sebulan bisa sampai Rp 1,5 juta," timpal Suyatmi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Garut Dinilai Paling Tidak Disiplin Jaga Jarak, Begini Respons Wabup

Garut Dinilai Paling Tidak Disiplin Jaga Jarak, Begini Respons Wabup

Regional
Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Sudah Mulai Tahap Pasang Patok

Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Sudah Mulai Tahap Pasang Patok

Regional
Obyek Wisata Pulo Kodok Tegal Rusak Dihantam Tongkang Batu Bara

Obyek Wisata Pulo Kodok Tegal Rusak Dihantam Tongkang Batu Bara

Regional
Rekor Penambahan Kasus Covid-19 Wonogiri, Sehari Bertambah 207 Pasien

Rekor Penambahan Kasus Covid-19 Wonogiri, Sehari Bertambah 207 Pasien

Regional
3 Kolam Renang Air Panas di Garut Disegel Satgas Covid-19

3 Kolam Renang Air Panas di Garut Disegel Satgas Covid-19

Regional
KPU Akan Umumkan 16 Kepala Daerah Terpilih di Jawa Timur, Ini Rinciannya...

KPU Akan Umumkan 16 Kepala Daerah Terpilih di Jawa Timur, Ini Rinciannya...

Regional
Kakek Renta di Bandung Digugat Anaknya Rp 3 Miliar, Dedi Mulyadi Siap Bela

Kakek Renta di Bandung Digugat Anaknya Rp 3 Miliar, Dedi Mulyadi Siap Bela

Regional
Seorang Ibu Nekat Jadi Pengedar Sabu Setelah Dibujuk Anaknya yang Dipenjara, Ini Alasannya

Seorang Ibu Nekat Jadi Pengedar Sabu Setelah Dibujuk Anaknya yang Dipenjara, Ini Alasannya

Regional
Antisipasi Banjir Susulan, BPBD Kabupaten Bogor Bangun Tenda Darurat

Antisipasi Banjir Susulan, BPBD Kabupaten Bogor Bangun Tenda Darurat

Regional
Ruang Isolasi Penuh, RSUD Kota Madiun Sementara Tidak Terima Pasien Covid-19

Ruang Isolasi Penuh, RSUD Kota Madiun Sementara Tidak Terima Pasien Covid-19

Regional
Pengungsi Longsor Sumedang Butuh Makanan Siap Saji hingga Selimut

Pengungsi Longsor Sumedang Butuh Makanan Siap Saji hingga Selimut

Regional
Kristen Gray Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi, Tarifnya Rp 700.000

Kristen Gray Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi, Tarifnya Rp 700.000

Regional
Diguyur Hujan Semalaman, Puluhan Rumah di Batang Terendam Banjir

Diguyur Hujan Semalaman, Puluhan Rumah di Batang Terendam Banjir

Regional
UPDATE Gempa Sulbar: Korban Tewas Bertambah Jadi 89, 3 Orang Masih Hilang

UPDATE Gempa Sulbar: Korban Tewas Bertambah Jadi 89, 3 Orang Masih Hilang

Regional
Bahaya Banjir Susulan di Puncak Bogor, Warga Dilarang Kembali ke Rumah

Bahaya Banjir Susulan di Puncak Bogor, Warga Dilarang Kembali ke Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X