Di Perpustakaan Ini, Pinjam Buku Cukup Bayar dengan Sampah Plastik

Kompas.com - 08/03/2016, 13:52 WIB
Anak-anak harus memmbawa sampah plastik sebagai alat tukar untuk meminjam buku di perpustakaan desa Kalisidi, Ungaran, Kabupaten Semarang. Perpustakaan berbayar sampah mengajarkan tentang keberrsihan lingkungan sejak usia dini. Kompas.com/ Syahrul MunirAnak-anak harus memmbawa sampah plastik sebagai alat tukar untuk meminjam buku di perpustakaan desa Kalisidi, Ungaran, Kabupaten Semarang. Perpustakaan berbayar sampah mengajarkan tentang keberrsihan lingkungan sejak usia dini.
|
EditorCaroline Damanik
UNGARAN, KOMPAS.com - Sebuah perpustakaan di Kabupaten Semarang menerapkan kebijakan pinjam buku berbayar sampah. Selain meningkatkan minat baca anak-anak, pengelola perpustakaan juga berharap bisa menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.

Perpustakaan kecil nan sederhana itu berada di lereng Gunung Ungaran, tepatnya di Desa Kalisidi, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Sekilas penampilannya biasa saja, rak dan buku-buku cerita, buku pengetahuan hingga buku-buku ketrampilan tertata dengan baik.

Namun, keunikannya muncul saat anak-anak desa berdatangan. Di tangan mereka menggenggam botol-botol bekas atau plastik kemasan.

Perpustakaan Desa Kalisidi ini memang memungut bayaran bagi setiap anggota yang mau meminjam buku. Pembayarannya bukan dengan uang, namun dengan menggunakan sampah plastik.

Setiap peminjam buku wajib membawa satu botol plastik atau tiga gelas platik bekas atau lima lembar bungkus plastik atau kaleng bekas. Setiap anak, rata-rata meminjam dua hingga tiga buku perharinya.

"Paling suka pinjem buku anak-anak. Biasanya saya bawa dua atau tiga botol plastik, dapat dua buku," kata Yunita Ambarsari (12), anggota perpustakaan.

Perpustakaan desa ini luasnya tak lebih dari 150 meter persegi. Letaknya ada dikompleks kantor desa setempat. Koleksi bukunya sekitar 3.000 judul, hampir seluruhnya adalah hibah dari pihak lain.

Meski demikian, perpustakaan sederhana ini benar-benar menjadi jendela ilmu pengetahuan bagi anak-anak yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota ini.

Perpustakaan berbayar sampah ini dibuka setiap hari pukul 13.00 hingga 15.00. Peminatnya tak hanya anak-anak dari usia SD saja, anak-anak remaja seusia SMP hingga SMA pun banyak yang menyambangi perpustakaan desa ini. Bahkan anggota perpustakaan yang berusia dewasa, kerap dilibatkan sebagai relawan pengelola perpustakaan. Mereka bertugas membantu dalam pengadministrasian perpustakaan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Regional
APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

Regional
Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Regional
Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Regional
Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Regional
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Regional
Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Regional
Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Regional
Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Regional
Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Regional
8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

Regional
Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Regional
Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X