Kompas.com - 26/02/2016, 06:54 WIB
|
EditorFarid Assifa
BUTON, KOMPAS.com - Ribuan lembar uang mainan senilai Rp 1,1 miliar, emas batangan palsu, dan benda antik lainnya diamankan Polres Buton, Kamis (25/2/2016).

Ribuan uang mainan dan benda antik tersebut milik tersangka wanita berinisial M dipakai untuk menipu para korbannya.

"Modus operandi yang dilakukan pelaku, menawarkan investasi penjualan barang-barang antik. Para korban tertarik janjinya akan mendapatkan keuntungan yang cukup banyak dalam waktu yang singkat," kata Kapolres Buton AKBP Wibiwo di kantornya.

Pelaku M merupakan seorang wanita yang berdomisili di Kelurahan Lingge-Lingge, Kecamatan Pasarwajo. Ia merupakan residivis dengan kejahatan yang sama pula.

Sebelumnya sekitar pukul 01.00 Wita, aparat Polres Buton menggerebek tiga rumah yang diduga menjadi tempat penipuan. Dari hasil penggerebekan tesebut, 17 orang langsung dibawa ke Mapolres Buton.

Selain itu, barang bukti juga langsung dibawa ke kantor Polres Buton l. Barang bukti yakni trisula, samurai gulung, emas batangan palsu, emas perhiasan, dan 45.000 uang mainan dari nilai Rp 1.000 hingga Rp 100.000.

Dari penawaran investasi penjualan barang antik tersebut sedikitnya sebelas orang menjadi korban. Para korban bahkan membayar kepada pelaku dengan puluhan juta hingga ratusan juta, dan dari hasil investasi para korban dijanjikan uangnya akan mengalami peningkatan berlipat ganda dari pemberian uang semula.

"Setelah berbulan-bulan para korban tidak mendapatkan keuntungan. Mereka mendesak pelaku. Pelaku mencoba untuk menyelesaikan janjinya yang diberikan dengan cara memberikan koper dan tas kantong yang diberikan kepada korban dengan pesan kopor dan plastik tidak boleh dibuka tanpa petunjuk dari pelaku. Namun setelah digeledah, di dalam koper dan kantung plastik itu adalah uang mainan," jelasnya.

Ia menambahkan, jumlah tersangka kemungkinan akan terus bertambah, karena diduga terdapat dua orang yang sedang didalami penyidik Polres Buton. Dari dua orang tersebut, seorang berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

"Kedua orang ini masih didalami. Keduanya merupakan orang turut serta bersama pelaku. Keduanya bertugas untuk meyakinkan para korban. Korban saat ini ada 11 orang dengan kerugian sekitar Rp 1,1 miliar. Kemungkinan jumlah korban akan terus bertambah," ucap Wibowo.

Ia menambahkan, kasus ini akan berkoordinasi dengan Polresta Baubau mengingat pelaku juga mempunyai laporan di kasus yang sama.

Pelaku M akan dikenakan pasal KHUP pasal 378 dengan ancaman 4 tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.