MK Perintahkan Pencoblosan Ulang di TPS Moyeba, Teluk Bintuni

Kompas.com - 25/02/2016, 14:48 WIB
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - Mahkamah Konstitusi memutuskan pemungutan suara ulang di Tempat Pemungutan Suara 1 Moyeba, Distrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat.

Dalam sidang pembacaan putusan di Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta, Kamis (25/2/2016) siang, Hakim Konstitusi menilai ada kecurangan di TPS 1 Moyeba karena adanya surat suara yang telah dicoblos oleh Ketua Komisi Panitia Pemungutan Suara Moyeba, Soter Orocomna.

"Sebelum menjatuhkan putusan akhir, memerintahkan kepada KPU Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat untuk melakukan pemungutan suara ulang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni tahun 2015," ujar Ketua Hakim Konstitusi Arief Hidayat saat membacakan amar putusan, Kamis.

Hakim menimbang bahwa dalil calon bupati dan wakil bupati, Petrus Kasihiw dan Matret Kokop, selaku pemohon dalam perkara ini beralasan menurut hukum. Oleh sebab itu, MK tidak dapat menyatakan perolehan suara di TPS 1 Moyeba sebagai perolehan suara yang benar.

"Sehingga harus dilaksanakan pemungutan suara ulang di TPS 1 Moyeba," ujar Hakim Konstitusi Patrialis Akbar ketika membacakan pertimbangan.

Berdasarkan rekapitulasi perolehan suara yang dipublikasikan di situs web KPU, kandidat nomor urut 2 Petrus-Matret memperoleh 16.726 suara atau 40,61 persen. Adapun duet nomor urut 3 Daniel Asmorom dan Yohanis Manibuy menempati perolehan suara terbanyak dengan 16.947 suara atau 41,15 persen.

Hakim memerintahkan supaya pemungutan suara ulang di TPS 1 Moyeba dilaksanakan paling lambat 30 hari kerja sejak putusan diucapkan. Hasil pemungutan suara ulang harus dilaporkan kepada MK dalam waktu paling lambat tujuh hari sejak selesainya rekapitulasi penghitungan suara TPS tersebut.

Untuk menjamin terlaksananya pemungutan suara ulang dengan benar, MK memerintahkan supaya putusan tersebut disupervisi dan dikoordinasi dengan KPU Pusat dan Bawaslu.

Baca tentang


Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Banjir Susulan, BPBD Kabupaten Bogor Bangun Tenda Darurat

Antisipasi Banjir Susulan, BPBD Kabupaten Bogor Bangun Tenda Darurat

Regional
Ruang Isolasi Penuh, RSUD Kota Madiun Sementara Tidak Terima Pasien Covid-19

Ruang Isolasi Penuh, RSUD Kota Madiun Sementara Tidak Terima Pasien Covid-19

Regional
Pengungsi Longsor Sumedang Butuh Makanan Siap Saji hingga Selimut

Pengungsi Longsor Sumedang Butuh Makanan Siap Saji hingga Selimut

Regional
Kristen Gray Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi, Tarifnya Rp 700.000

Kristen Gray Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi, Tarifnya Rp 700.000

Regional
Diguyur Hujan Semalaman, Puluhan Rumah di Batang Terendam Banjir

Diguyur Hujan Semalaman, Puluhan Rumah di Batang Terendam Banjir

Regional
UPDATE Gempa Sulbar: Korban Tewas Bertambah Jadi 89, 3 Orang Masih Hilang

UPDATE Gempa Sulbar: Korban Tewas Bertambah Jadi 89, 3 Orang Masih Hilang

Regional
Bahaya Banjir Susulan di Puncak Bogor, Warga Dilarang Kembali ke Rumah

Bahaya Banjir Susulan di Puncak Bogor, Warga Dilarang Kembali ke Rumah

Regional
Ponorogo Zona Merah Covid-19, Angka Kematian di Atas Rata-rata Nasional

Ponorogo Zona Merah Covid-19, Angka Kematian di Atas Rata-rata Nasional

Regional
Semua Kecamatan di Kabupaten Bogor Zona Merah

Semua Kecamatan di Kabupaten Bogor Zona Merah

Regional
Sebelum Dipulangkan, Pengungsi Konflik KKB Vs Aparat Keamanan Jalani Tes Kesehatan

Sebelum Dipulangkan, Pengungsi Konflik KKB Vs Aparat Keamanan Jalani Tes Kesehatan

Regional
Pengakuan Kristen Gray: Visa Tidak Overstay dan Tidak Bekerja Mencari Uang di Indonesia

Pengakuan Kristen Gray: Visa Tidak Overstay dan Tidak Bekerja Mencari Uang di Indonesia

Regional
Kristen Gray Dideportasi, Imigrasi Beberkan Twit yang Dianggap Meresahkan

Kristen Gray Dideportasi, Imigrasi Beberkan Twit yang Dianggap Meresahkan

Regional
Kristen Gray: Saya Tidak Bersalah, Saya Dideportasi karena LGBT

Kristen Gray: Saya Tidak Bersalah, Saya Dideportasi karena LGBT

Regional
Genangan Air Sebabkan Kemacetan Panjang di Kaligawe Semarang

Genangan Air Sebabkan Kemacetan Panjang di Kaligawe Semarang

Regional
Video Viral 100 Warga Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RS, ini Kata Polisi

Video Viral 100 Warga Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RS, ini Kata Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X