Tambang Ilegal dan Perambahan Jadi Ancaman untuk Kawasan Konservasi Gorontalo

Kompas.com - 04/02/2016, 21:04 WIB
Hutan Gorontalo di blok Popayato Paguat sudah direkomendasikan untuk program Restorasi Eksostem Burung Indonesia. Program ini pertama di Gorontalo dan kedua di Indonesia oleh lembaga nirlaba pelestari burung liar Hutan Gorontalo di blok Popayato Paguat sudah direkomendasikan untuk program Restorasi Eksostem Burung Indonesia. Program ini pertama di Gorontalo dan kedua di Indonesia oleh lembaga nirlaba pelestari burung liar
|
EditorErvan Hardoko

GORONTALO, KOMPAS.com – Penambangan emas tanpa izin dan perambahan hutan adalah ancaman serius kawasan konservasi seluas 110.000 hektar di Provinsi Gorontalo.

Meski berbagai cara telah dilakukan untuk menghentikan kegiatan ilegal ini, namun sepertinya masyarakat tak jemu untuk menganggu kawasan konservasi tersebut.

Kawasan Tamaela di Suaka Marga Satwa Nantu memiliki kandungan emas yang menjadi sasaran penambangan ilegal.

Para penambang ilegal memasuki kawasan konservasi secara diam-diam dan melakukan aktivitas di tengah hutan.

Proses pengambilan emas dilakukan di dengan cara mengikis permukaan tanah dengan menggunakan pipa penyemprot air, akibatnya banyak pohon tumbang dan secara signifikan mengubah permukaan kawasan.

Akibat proses penambangan yang serampangan ini banyak bukit lenyap dalam waktu singkat karena terus digerus air.

Selain merusak kawasan konservasi, penambangan ilegal ini juga menyebabkan sungai Paguyaman keruh sepanjang tahun dan tidak bisa dilalui perahu ketinting akibat sedimentasi yang parah.

“Tambang emas ilegal masih menjadi ancaman serius, aktivitasnya tidak pernah surut dan melibatkan banyak orang” kata Syamsuddin Hadju, Kepala Seksi Konservasi Wilayah 2 Gorontalo, Kamis (4/2/2016).

Tak hanya penambangan liar, di kawasan konservasi lainnya perladangan masyarakat menjadi faktor rusaknya hutan.

Bahkan di Cagar Alam Tanjung Panjang Kabupaten Pohuwato kondisinya sudah sangat kritis, hutan mangrove dibabat habis dan sudah beralih fungsi menjadi tambak.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Regional
Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X