Ditahan Polisi, Bidan Pelaku Aborsi Ini Pingsan 3 Kali

Kompas.com - 29/01/2016, 19:28 WIB
Tim Reserse Polres Kota Kupang dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Didik Kurnianto (kanan sedang memegang tulang janin) bersama tim Bidokes Rumah Sakit Bhayangkara Kupang, sedang menggali kuburan janin hasil dugaan aborsi di belakang klinik bersalin bidan DSB Kompas.com/Sigiranus Marutho BereTim Reserse Polres Kota Kupang dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Didik Kurnianto (kanan sedang memegang tulang janin) bersama tim Bidokes Rumah Sakit Bhayangkara Kupang, sedang menggali kuburan janin hasil dugaan aborsi di belakang klinik bersalin bidan DSB
KUPANG, KOMPAS.com- Bidan berinisial DSB yang diduga terlibat aborsi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pingsan berkali-kali saat akan ditahan polisi.

Kasatreskrim Kepolisian Resor Kupang Kota, AKP Didik Kurnianto kepada Kompas.com, Jumat (29/1/2016) mengatakan, bidan DSB pingsan di markas Polres Kupang Kota tiga kali.

Ia harus dibawa lagi ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang untuk menjalani perawatan medis.

DSB yang didampingi suami, kuasa hukum, dan keluarganya sedianya ditahan setelah dipastikan mendapat perawatan.

Saat tersangka akan dimasukkan ke sel tahanan Polres Kupang Kota, tiba-tiba tersangka DSB jatuh pingsan. Penyidik pun lantas membopong tubuh tersangka untuk dibaringkan ke atas sofa.

Setelah siuman, DSB diberikan makan dan minum sebelum digiring ke sel tahanan. Namun baru berjalan, tersangka kembali jatuh pingsan. DSB terpaksa harus dibopong lagi oleh penyidik ke ruang lobi depan polres Kupang Kota.

Setelah beristirahat sebentar DSB pun sadar dan kembali digiring ke sel tahanan Polres Kupang Kota.

Ketika hendak masuk ke dalam ruang tahanan, tersangka kembali pingsan dan terpaksa harus kembali beristirahat beberapa saat.

Usai sadarkan diri, tersangka dimasukkan ke dalam sel tahanan.

"Saat ini bidan DSB sudah kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang. Untuk sementara belum kita bantarkan karena statusnya masih penahanan," jelas Didik.

Bidan berinisial DSB ditetapkan sebagai tersangka dugaan melakukan aborsi pada Selasa (26/1/2016).

DSB dituduh menggugurkan secara paksa janin dalam kandungan N yang berusia lima bulan di klinik bersalin miliknya di Kelurahan Bonipoi, Kelurahan Kota Raja, Kota Kupang.

Menurut polisi, janin yang dikandung N digugurkan pada Rabu (20/1/2016) malam sekitar pukul 23.00 Wita. Janin yang digugurkan itu dikuburkan pada keesokan harinya, sekitar pukul 09.00 Wita.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X