Kompas.com - 21/01/2016, 00:40 WIB
Aktivitas Halte BRT Semarang-Ungaran di Terminal Sisemut, Ungaran. Kompas.com/ Syahrul MunirAktivitas Halte BRT Semarang-Ungaran di Terminal Sisemut, Ungaran.
|
EditorSabrina Asril
UNGARAN, KOMPAS.com - Hasil kajian Laboratorium Transportasi Unika Soegijapranata Semarang mencatat sedikitnya 13.619 orang menanti kehadiran Bus Rapid Transit (BRT) Aglomerasi koridor Semarang-Bawen.

Dari kajian tersebut dirinci, setiap harinya yang sudah menunggu kehadiran BRT Semarang-Bawen sebanyak 7.112 penumpang, untuk perjalanan mulai dari Bawen, Kabupaten Semarang menuju Kawasan Tawang, Kota Semarang.

Sedangkan arah sebaliknya, dari Kawasan Tawang ke Bawen ada 6.506 orang penumpang yang menunggu.

"Untuk itu, kami mendesak agar Dinas Perhubungan (Jawa Tengah) segera mengoperasikan BRT Aglomerasi koridor Semarang-Bawen karena permintaan masyarakat sangat tinggi," ungkap Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno, Rabu (20/1/2016) siang.

Menurut Djoko, BRT koridor Bawen-Tawang tersebut merupakan satu dari empat koridor BRT Kedungsapur (Kendal-Ungaran-Salatiga-Purwodadi) yang mendesak untuk segera dioperasikan tahun ini.

Dari kajiannya pula, koridor yang mempunyai lintasan jalan sekitar 37,5 kilometer tersebut membutuhkan sekitar 79 halte BRT, 4 di antaranya adalah halte transit.

Sedangkan armada bus yang ideal adalah 30 armada dengan ukuran yang sama dengan BRT reguler yang ada.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Apalagi saat ini transportasi sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat yang mau tidak mau harus dipenuhi. Mereka mengalokasikan sekitar 30 persen dari pendapatannya untuk transportasi. Padahal, standarnya hanya 10 persen," ucap Djoko.

Saat ini, lanjut dia, hanya dibutuhkan keseriusan dari pemerintah untuk segera mewujudkkan salah satu kebutuhan dasar masyarakat tersebut.

Ia menilai, penyediaan BRT merupakan konsekuensi dari tuntutan akan kebutuhan transportasi yang representatif, layak, aman, dan nyaman.

"Transportasi massal ini harus segera beroperasi. Sarana prasarana pendukung seperti halte atau shelter juga harus diperhatikan, jangan sampai dibangun ala kadarnya," ungkap Djoko.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.