Kompas.com - 15/12/2015, 13:10 WIB
Wa Sahari (60), warga Kelurahan Masiri, Kecamatan Batuaga, Kabupaten Buton Selatan, yang sudah hampir sekitar 10 tahun bekerja menjadi penambang batu. KOMPAS.com/ DEFRIATNO NEKEWa Sahari (60), warga Kelurahan Masiri, Kecamatan Batuaga, Kabupaten Buton Selatan, yang sudah hampir sekitar 10 tahun bekerja menjadi penambang batu.
|
EditorGlori K. Wadrianto
BUTON SELATAN, KOMPAS.com - Suara bunyi batu pecah terdengar hingga ke jalan utama. Terlihat beberapa wanita tua dengan rambut yang sudah mulai memutih masih sangat kuat memalu batu sungai. 

Salah satunya Wa Sahari (60), warga Kelurahan Masiri, Kecamatan Batuaga, Kabupaten Buton Selatan, yang sudah hampir sekitar 10 tahun bekerja menjadi penambang batu. Hal ini terus dilakukan untuk membantu mengobati suaminya yang sudah sakit-sakitan.

"Kita mau kerja apalagi, apalagi yang kita harapkan, kecuali kita berkebun. Apalagi suami sudah sakit lumpuh di rumah, jadi saya bekerja begini," kata Wa Sahari, Selasa (15/12/2015).

Wa mengaku membeli batu kali tersebut seharga Rp 350.000, kemudian ia pecahkan sendiri menjadi kecil. Batu yang sudah pecah ia jual kembali seharga Rp 800.000 per mobil truk.

Memecahkan batu-batu kali bisa memakan waktu hingga 20 hari. "Keuntungan bisa dapat Rp 400.000 tapi kadang tidak menentu juga, kadang tidak ada yang beli batu juga. Uangnya saya belikan obat buat suami dan juga beli beras di warung untuk makan," tutur dia.

Di tempat terpisah, Zainab (46), mengaku baru setahun lebih menjadi seorang buruh penambang batu.

Dia bersama empat orang temannya menerima gaji per jam dari sang pemilik penambang batu. "Kami di sini semua wanita. Kami digaji Rp 7.500 per jam, dari jam delapan pagi sampai jam 12 siang.  Kemudian kami lanjut lagi dari jam dua siang sampai jam lima sore," ucap Zainab. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Zaenab pun mengaku berkerja sebagai buruh penambang batu untuk membantu perekonomian keluarga. Penghasilan suaminya sebagai seorang nelayan dirasa tak mencukupi.

"Capek juga kerja begini, tapi kita bantu suami. setidaknya saya peroleh rezeki yang halal. Saya ambil gaji perbulan, saya bisa dapat Rp 500.000 per bulan. Dari gaji ini saya bisa biayai sekolah anak saya," ungkap dia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.