Kompas.com - 02/12/2015, 09:06 WIB
Wali Kota Baandung Ridwan Kamil saat memberikan keterangan kepada media di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kamis (12/11/2015) KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIWali Kota Baandung Ridwan Kamil saat memberikan keterangan kepada media di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kamis (12/11/2015)
|
EditorCaroline Damanik
BANDUNG, KOMPAS.com - Jumlah pengidap HIV AIDS di Kota Bandung terus meningkat sebanyak 3 persen setiap tahunnya.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengakui bahwa salah satu penyebabnya adalah geliat prostitusi. Menurut pria yang kerap disapa Emil ini, persoalan tersebut merupakan tantangan kota metropolitan.

"Dimana-mana kalau sudah urusan seperti ini, kota metropolitan memang punya dinamika yang paling besar, kalau bandingin ya studi juga di Jakarta gimana kota metropolitan lain. Pasti titik dinamikanya seperti itu," ucap Emil di Bandung, Rabu (2/12/2015).

Menurut data Dinas Kesehatan Kota Bandung, penderita HIV/AIDS di Bandung hingga September 2015 berjumlah 3625 orang.

Sejumlah upaya pencegahan, kata dia, telah dilakukan. Salah satunya dengan menggelar razia ke rumah kos dengan lebih intensif. Namun, hal tersebut tidak berdampak signifikan.

"Saya titip ke Satpol PP di tahun ini banyak razia ke kostan agar mengurangi potensi pergaulan bebas di kosan yang disinyalir tidak terkontrol dengan baik," katanya.

"Intinya kita terus berupaya tapi selama dinamika metropolitan memang membesar dari segi populasi dan migrasi, itu memang tantangan, tapi kita tidak akan menyerah karena sebagai kebutuhan kota sehat juga," lanjut Emil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Emil juga tak menampik jika aktivitas prostitusi di Kota Bandung sulit untuk diredam.

"Kita lihat sejarah prostitusi saja, dari zaman dulu sampai sekarang negara terus saja mencari upaya tapi namanya hal begitu mereka juga terus mencari celah," ungkapnya.

Dia menilai, persoalan prositusi merupakan masalah moralitas. Sebab itu, lanjutnya, Pemkot Bandung terus berupaya memerangi prostitusi dengan membuat program pendidikan karakter berbasis agama, budaya sunda, bela negara, dan cinta lingkungan.

"Di satu sisi kita harus kuat-kuatan menyelesaikan masalah, kedua melalu edukasi ini. Ujungnya tingkat moralitas, solusi jangka panjang Disdik akan memberikan pendidikan karakter 'Bandung masagi'. Mudah-mudahan dengan invenstasi pendidikan karakter di sekolah, hal yang menyangkut dari moralitas bisa ditekan," katanya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.