Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 15/10/2015, 19:50 WIB
Kontributor Balikpapan, Dani J

Penulis

Bayi orangutan

Pertengahan September lalu, tim gabungan ini menemukan seekor bayi orangutan yang sudah hidup selama 1,5 bulan di rumah warga dalam kawasan transmigrasi di Kampung Hiang Bana di Kabupaten Katingan.

“Selang satu minggu kemudian, pada 28 September 2015, kami kembali menyelamatkan jantan dewasa besar sekali. Sudah di dalam kota Sampit ibu kota kabupaten Kotawaringin Timur,” katanya.

Tim gabungan ini mendapati jantan berusia 11 tahun ini mencoba bertahan dari kepungan kebakaran hutan. Sementara di sisi lainnya adalah sisa hutan yang luasnya hanya setengah hektar yang masuk dalam wilayah proyek pembangunan taman wisata air di pinggiran kota Sampit.

“Jarak dengan rumah warga hanya 5 meter dan ia tampak stres juga ketakutan ketika melihat warga yang berkerumun ingin melihat proses evakuasi kami. Akibatnya ia mencoba terus bergerak di areal hutan yang tersisa,” katanya.

Evakuasi orangutan dewasa ini berlangsung hampir dua jam. “Kami rawat dua bayi orangutan ke BOSF karena tidak bisa dilepas begitu saja. Sedangkan yang dewasa jantan kami translokasi ke suaka margasatwa,” katanya.

Kebakaran hutan yang berlangsung hingga kini, menurut Monterado, mengganggu habitat sejumlah hewan di dalam hutan. Mereka pun mencoba mencari tempat yang lebih nyaman dan mencari makan hingga ditemukan di kawasan permukiman warga.

Kebakaran itu membuat mereka tidak memiliki pilihan, sehingga masuk ke wilayah-wilayah yang dekat dengan manusia. “Informasi terbaru setidaknya masih ada empat laporan lagi terkait orangutan masuk ke pemukiman warga yang perlu diverifikasi lebih lanjut,” kata Monterado.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com