Komplotan Penjambret Polwan Tertangkap Saat Jambret Korban Lain

Kompas.com - 06/10/2015, 10:12 WIB
Komplotan penjambret Polwan. Mereka adalah residivis kasus yang sama dan tertangkap kembali saat menjambret korban lain di Medan KOMPAS.com/Mei LeandhaKomplotan penjambret Polwan. Mereka adalah residivis kasus yang sama dan tertangkap kembali saat menjambret korban lain di Medan
|
EditorGlori K. Wadrianto
MEDAN, KOMPAS.com — Tiga penjambret polisi wanita bernama Bripda Clara, yang bertugas di Satuan Sabhara Mapolresta Medan, diamankan di Mapolsekta Medan Helvetia. Ketiga tersangka yang diamankan adalah M Robani (23), Doni Harianto (30), dan Arif Prasetia (21).

Kepala Polsekta Medan Helvetia Kompol Ronni Bonic mengatakan, ketiga pelaku ditangkap saat sedang melakukan aksi yang sama terhadap pengendara sepeda motor bernama Fauziah di kawasan Jalan Kapten Muslim, Medan.

Berdasarkan pengembangan kasus ini, para tersangka terbukti bahwa mereka juga menjambret Clara di kawasan Jalan T Amir Hamzah, Medan.

"Para pelaku yang diamankan berjumlah empat orang saat menjambret korban Fauziah. Saat itu, personel kami sedang berpatroli di sekitar lokasi, dan menindaklanjuti langsung dengan pengejaran sehingga berhasil menangkap tersangka AP dan DH," kata Kompol Ronni Bonic, Selasa (6/10/2015).

Setelah penangkapan AP dan DH, pengembangan dilakukan terhadap dua tersangka lain, yakni M Robani dan Ilham, yang sebelumnya berhasil melarikan diri saat ditangkap.

Polisi meringkus M Robani di kawasan Jalan Kapten Muslim, Lorong Jawa, dan terpaksa menembak kaki pelaku karena berusaha kabur. Adapun Ilham alias Cici berhasil kabur, dan saat ini masih buron.

"Dari penangkapan AP dan DH, kami langsung memburu dua tersangka lain yang sempat lolos, yaitu MR dan IH. MR terpaksa ditembak di bagian kaki karena kabur, sedangkan IH berhasil melarikan diri, dan saat ini masih dalam pengejaran. Hasil interogasi terhadap ketiga tersangka membuktikan bahwa komplotan ini juga menjambret Bripda Clara ketika pulang dari gereja dan melintas di Jalan T Amir Hamza, Medan, pada 27 September lalu," kata Kompol Ronni.

Sejumlah barang bukti turut diamankan, yakni satu sepeda motor Honda Vario, satu sepeda motor jenis Suzuki Satria FU, satu tas ransel, satu kartu ATM BSM atas nama Fauziah, dan satu ponsel Nokia.

"Para pelaku ini merupakan residivis kasus serupa. Ketiganya kami jerat dengan Pasal 365 ayat (1) dan (2) KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun. Selanjutnya, kami masih terus dalami hal ini untuk menangkap anggota lain dari komplotan tersebut, termasuk IH yang sudah berstatus (masuk) DPO (daftar pencarian orang)," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Regional
Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Regional
Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Regional
Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Regional
Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Regional
Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Regional
Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Regional
2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Regional
Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Regional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X