Presiden Jokowi Pulang, Kabut Asap di Ogan Ilir Kembali Menebal

Kompas.com - 25/09/2015, 10:31 WIB
Kabut asap yang melanda Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, sangat tebal, Kamis (24/9/2015). KOMPAS.com/Amriza NursatriaKabut asap yang melanda Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, sangat tebal, Kamis (24/9/2015).
|
EditorGlori K. Wadrianto
INDRALAYA, KOMPAS.com - Kabut asap di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, kian hari kian menebal. Pantauan di beberapa titik di kawasan itu, Jumat (25/9/2015), ketebalan asap hanya menyisakan jarak pandang kurang dari 20 meter.

Kabut asap adalah dampak dari kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir (OKI). Kedatangan Presiden Joko Widodo ke Kabupaten OKI beberapa waktu lalu sempat membuat asap menipis. Namun dampak kedatangan Jokowi hanya terjadi sebentar.

Tebalnya asap membuat permukiman warga di Indralaya diselimuti kabut asap tebal. Begitu tebalnya asap menyebabkan, Kompleks Permukiman Griya Cipta berlokasi di Kelurahan Indralaya Indah terlihat seperti bayang-bayang.

Kondisi serupa juga terjadi di jalan lintas timur Palembang-Indralaya. Jarak pandang di kawasan ini pun tak lebih dari 20 meter. Kendaraan yang melintas sepeeti memasuki dinding tebal bewarna putih pekat, lalu menghilang seperti tertelan.

Desi Dwi, salah seorang mahasiswa kedokteran Universitas Sriwijaya, Indralaya mengatakan, kabut asap di Ogan iIlir khususnya di dalam kampus Unsri, sudah sangat berbahaya dan masuk kategori kritis. 

Desi menemukan di klinik kampus tempat ia melakukan penelitian banyak mahasisiwa dan masyarakat  yang sudah terkena infeksi saluran pernafasan (ISPA). “Dengan kondisi seperti ini seharusnya mahasiswa dan pelajar sudah diliburkan sampai kondisi masuk kategori aman, sebab kabut asap sudah masuk kategori membahayakan kesehatan,” kata dia.

Desi juga meminta Pemerintah segera menindak lanjuti kasus-kasus kebakaran lahan dan yang berkaitan dengan perusakan lingkungan. “Harus ada tindakan,” tegas Desi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara, Lisa, warga Indralaya mengatakan, kabut asap mengganggu aktivitas. Ia menilai Pemerintah belum maksimal menangani kasus kebakaran lahan dan kabut asap. ”Mata suka pedih Pak dan sangat mengangggu aktivitas,” kata dia.

Kabut asap di Ogan Ilir sempat menipis beberapa hari lalu akibat turun hujan dan upaya pemadaman kebakaran lahan yang massif.  Namun, dua hari ini kabut asap kembali menebal bahkan semakin parah.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.