Sengketa Pilkada Mataram, Panwaslu Menangkan Pasangan "Sahaja"

Kompas.com - 20/08/2015, 21:34 WIB
Suasana sidang sengketa Pilkada Kota Mataram di Kantor Bawaslu NTB. KOMPAS.com/ Karnia SeptiaSuasana sidang sengketa Pilkada Kota Mataram di Kantor Bawaslu NTB.
|
EditorFarid Assifa
MATARAM, KOMPAS.com - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), akhirnya memenangkan pasangan Salman dan Jana Hamdiana (Sahaja) menjadi pemenang dalam sengketa Pilkada Kota Mataram.

"Sesuai dengan keputusan kami tadi, mengabulkan untuk diterimanya pasangan Sahaja oleh KPU dalam pendaftaran kemarin," kata Ketua Panwaslu Kota Mataram Srino Mahyarudin seusai pembacaan putusan, Kamis (20/8/2015).

Pembacaan putusan sengketa pilkada dilakukan di Kantor Bawaslu NTB dengan penjagaan ketat aparat kepolisian. Musyawarah dipimpin oleh Divisi Penindakan Panwaslu Kota Mataram, Dewi Asmawardhani didampingi ketua divisi pencegahan dan hubungan antar lembaga Panwaslu Kota Mataram Ruslan dan Srino Mahyarudin.

Srino menjelaskan, pengambilan keputusan tersebut telah sesuai dengan bukti dan fakta yang ada. Tidak melenceng dari fakta-fakta yang ada selama proses sengketa berlangsung.

Sementara itu, terkait kepastian pelaksanaan pilkada di Mataram, Ia mengatakan bukan wewenang Panwaslu untuk menjawab.

"Saya nggak bicara itu. Yang pasti, keputusan kami sudah jelas tadi," kata Srino.

Bakal calon wali Kota Mataram Salman meminta kepada semua pihak menghormati keputusan tersebut, dan meminta KPU Kota Mataram menjalankannya dengan menerima pasangan Sahaja sebagai peserta dalam Pilkada Kota Mataram 2015.

"Intinya kami kan sudah diterima mendaftar. Sekarang bagaimana KPU memproses lebih lanjut verifikasi itu," kata Salman.

Sementara itu, kuasa hukum KPU Mataram, DA Malik mengatakan, untuk langkah selanjutnya pihaknya masih menunggu keputusan dari hasil rapat Pleno KPU.

"Langkah selanjutnya kami menunggu hasil keputusan rapat pleno KPU," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Banjir Susulan, BPBD Kabupaten Bogor Bangun Tenda Darurat

Antisipasi Banjir Susulan, BPBD Kabupaten Bogor Bangun Tenda Darurat

Regional
Ruang Isolasi Penuh, RSUD Kota Madiun Sementara Tidak Terima Pasien Covid-19

Ruang Isolasi Penuh, RSUD Kota Madiun Sementara Tidak Terima Pasien Covid-19

Regional
Pengungsi Longsor Sumedang Butuh Makanan Siap Saji hingga Selimut

Pengungsi Longsor Sumedang Butuh Makanan Siap Saji hingga Selimut

Regional
Kristen Gray Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi, Tarifnya Rp 700.000

Kristen Gray Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi, Tarifnya Rp 700.000

Regional
Diguyur Hujan Semalaman, Puluhan Rumah di Batang Terendam Banjir

Diguyur Hujan Semalaman, Puluhan Rumah di Batang Terendam Banjir

Regional
UPDATE Gempa Sulbar: Korban Tewas Bertambah Jadi 89, 3 Orang Masih Hilang

UPDATE Gempa Sulbar: Korban Tewas Bertambah Jadi 89, 3 Orang Masih Hilang

Regional
Bahaya Banjir Susulan di Puncak Bogor, Warga Dilarang Kembali ke Rumah

Bahaya Banjir Susulan di Puncak Bogor, Warga Dilarang Kembali ke Rumah

Regional
Ponorogo Zona Merah Covid-19, Angka Kematian di Atas Rata-rata Nasional

Ponorogo Zona Merah Covid-19, Angka Kematian di Atas Rata-rata Nasional

Regional
Semua Kecamatan di Kabupaten Bogor Zona Merah

Semua Kecamatan di Kabupaten Bogor Zona Merah

Regional
Sebelum Dipulangkan, Pengungsi Konflik KKB Vs Aparat Keamanan Jalani Tes Kesehatan

Sebelum Dipulangkan, Pengungsi Konflik KKB Vs Aparat Keamanan Jalani Tes Kesehatan

Regional
Pengakuan Kristen Gray: Visa Tidak Overstay dan Tidak Bekerja Mencari Uang di Indonesia

Pengakuan Kristen Gray: Visa Tidak Overstay dan Tidak Bekerja Mencari Uang di Indonesia

Regional
Kristen Gray Dideportasi, Imigrasi Beberkan Twit yang Dianggap Meresahkan

Kristen Gray Dideportasi, Imigrasi Beberkan Twit yang Dianggap Meresahkan

Regional
Kristen Gray: Saya Tidak Bersalah, Saya Dideportasi karena LGBT

Kristen Gray: Saya Tidak Bersalah, Saya Dideportasi karena LGBT

Regional
Genangan Air Sebabkan Kemacetan Panjang di Kaligawe Semarang

Genangan Air Sebabkan Kemacetan Panjang di Kaligawe Semarang

Regional
Video Viral 100 Warga Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RS, ini Kata Polisi

Video Viral 100 Warga Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RS, ini Kata Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X