Transaksi di Lokasi Pelacuran, Sindikat Pengedar Uang Palsu Terbongkar

Kompas.com - 10/07/2015, 10:25 WIB
Pengedar uang Palsu, saat dimintai keterangan polisi. Kompas.com/slamet priyatin k9-11Pengedar uang Palsu, saat dimintai keterangan polisi. Kompas.com/slamet priyatin
|
EditorGlori K. Wadrianto
KENDAL, KOMPAS.com - Turia Sesti Susanti (46), warga Desa Bedagas, Pengadegen Purbalingga, ditangkap aparat Polres Kendal Jawa Tengah. Ibu rumah tangga tersebut, dibekuk karena diduga menjadi otak peredaran uang palsu.

Turia ditangkap setelah sebelumnya petugas mengamankan dua pelaku pengedar uang palsu lain, masing-masing Asia Bekti (41), warga Wonodri Sendang, Wonodri, Sendang Semarang, dan Kukuh Sugianto (39) warga Tegalsari, Candisari, Semarang. Keduanya di tempat lokalisasi pelacuran Gambirlangu (GBL) Kaliwungu, Kendal.

Menurut Kasat Reskrim Polres Kendal Iptu. Fiernando Andriansyah polisi melakukan penangkapan menyusul munculnya laporan dari warga. “Anggota saya menyamar sebagai masyarakat sipil, dan berpura-pura mau beli uang palsu. Rupanya mereka tidak curiga dan mau melayaninya. Saat itulah, anggota kami langsung menangkap mereka,” kata Fiernando, Jumat (10/7/2015).

Dalam pengembangan kasus tersebut, polisi lalu menangkap Turia, di rumahnya di Purbalingga. “Turia adalah pemilik uang palsu. Sebab berdasarkan pengakuan dua tersangka sebelumnya, mereka hanya diberi persen oleh Turia, apabila berhasil menjual uang palsu tersebut,” kata dia.

Dari tangan ketiga tersangka, ujar Fiernando, petugas menyita uang palsu pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000, dengan nilai total Rp 36 juta.

Sementara itu, Turia, di hadapan petugas, mengaku kalau uang palsu itu, ia beli dari seseorang yang tinggal di Demak. Satu paket uang palsu yang berisi Rp 10 juta dihargai Rp 2,5 juta.

Selain diedarkan oleh Asia Bekti dan Kukuh, uang palsu miliknya, juga dibeli oleh orang Kalimantan. “Saya sudah membeli tiga kali. Pertama Rp 10 juta, kedua Rp 20 juta dan terakhir Rp 30 juta,” kata dia.

Akibat perbuatannya tersebut, mereka diancam Pasal 245 KUHP, dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Potensi Besar Luwu Utara, Bupati IDP: Infrastruktur Masih Harus Ditingkatkan

Soal Potensi Besar Luwu Utara, Bupati IDP: Infrastruktur Masih Harus Ditingkatkan

Regional
Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X