Kompas.com - 06/07/2015, 17:54 WIB
Wali kota Bandung Ridwan Kamil KOMPAS.com/Rio KuswandiWali kota Bandung Ridwan Kamil
|
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com — Di hadapan puluhan orangtua siswa yang kecewa dengan karut-marutnya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP dan SMA 2015, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil curhat masalah pendidikan di Bandung.

"Peta masyarakat dalam dunia pendidikan terbagi empat, yakni miskin tetapi pintar, otak pas-pasan enggak punya duit, lalu mapan dan pintar, serta mampu tetapi kurang pintar," ujar Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, di hadapan puluhan orangtua siswa di Auditorium Balai Kota Bandung, Senin (6/7/2015).

Emil menjelaskan, saat ini, ada sekitar 60.000 keluarga kategori miskin. Karena kesulitan masalah ekonomi, mereka kerap putus sekolah sehingga tingkat lama sekolah di Bandung 10-17 tahun yang seharusnya 12 tahun. Untuk itu, dia berupaya untuk meningkatkan jangka waktu sekolah 12 tahun.

"Jika saya punya uang, mana dulu yang akan saya bantu? Tentunya yang miskin. Karena itulah, kuota untuk orang tidak mampu tidak dibatasi di angka 20 persen seperti tahun kemarin karena tahun lalu yang demo ke sini orang tidak mampu yang merasa haknya diambil," tutur Emil.

Walaupun sebenarnya, sambung Emil, jika warga Bandung jujur, orang yang mendaftar dengan SKTM akan berada di kisaran angka 20 persen. Namun, karena banyak orang mampu yang mendaftar menggunakan SKTM, jumlah pendaftar menjadi membeludak. Bahkan, setelah diancam diperiksa polisi, dalam dua hari, ada 1.000 pengaju SKTM yang mengundurkan diri.

Selain itu, Emil bertekad untuk menghilangkan anggapan sekolah favorit. Itulah mengapa ia membuat sistem rayonisasi. Dengan sistem ini, selain bisa mengurangi biaya transportasi, cara ini akan memeratakan pendidikan di Bandung. Sebab, sekolah favorit itu merupakan warisan zaman Belanda.

"Saya menggeser kepala sekolah di Kota Bandung, dari yang favorit ke tempat yang biasa. Ke depan, guru yang dianggap favorit pun akan di-rolling sehingga pendidikan lebih merata," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Emil menegaskan, jumlah sekolah dan ruang kelas di Kota Bandung sangat mencukupi. Hanya saja, ada negeri dan swasta. Sementara itu, untuk pelaku SKTM palsu yang terbukti, mereka terancam hukuman enam tahun penjara. Bagi yang sudah telanjur masuk, akan dicabut dari sekolah negeri.

"Daripada mereka membawa kebohongan seumur hidupnya dan menganggap bohong itu biasa, sebaiknya dibatalkan masuk ke negeri. Saya tegaskan, anak tidak akan ikut dihukum untuk menjaga psikologis anak," ujarnya.

(Baca juga: Penerimaan Peserta Didik Baru Kacau, Wali Kota Ridwan Kamil Didemo)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putri Papua Dilantik Jadi Dubes Selandia Baru, Pemprov Papua: Posisi Ini Sangat Strategis

Putri Papua Dilantik Jadi Dubes Selandia Baru, Pemprov Papua: Posisi Ini Sangat Strategis

Regional
Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Regional
Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Regional
Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.