Polisi Sebut Angeline Alami Kekerasan Seksual Sebelum Dibunuh

Kompas.com - 10/06/2015, 21:47 WIB
KOMPAS.com/Sri Lestari Ambulans yang membawa jasad Angeline (8), bocah yang dilaporkan hilang sejak 16 Mei lalu. Angeline ditemukan tewas dikubur di belakang rumahnya, Rabu (10/6/2015).

KOMPAS.com — Agus, mantan pembantu di rumah ibu angkat Angeline, mengaku telah membunuh dan melakukan kekerasan seksual terhadap bocah berusia 8 tahun itu. Kapolresta Denpasar Agung Kombes Pol Anak Agung Made Sudana mengatakan, Agus mengaku membunuh Angeline karena takut bahwa perbuatan cabulnya diketahui oleh keluarga Angeline.

"Dari hasil pemeriksaan, Agus melakukan hal yang sangat keji terhadap Angeline, artinya Agus pernah melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap Angeline, takut ketahuan terhadap ibu angkat dan orang lain sehingga hal (pembunuhan) itu terjadi," ujar Agung dalam wawancara live dengan TVOne, Rabu (10/6/2015).

Agung mengatakan, Agus merupakan salah satu dari tujuh orang yang diperiksa menyusul penemuan jasad Angeline di belakang rumah ibu angkatnya, Margareith Megawe.

"Jadi, hasil pemeriksaan sementara dari tujuh orang yang kami periksa di Polresta Denpasar, dari keterangan dan pemeriksaan terhadap Saudara Agus, Agus telah melakukan kekerasan terhadap anak sehingga menyebabkan Angeline meninggal dunia," ujar Agung dalam wawancara live dengan TVOne, Rabu malam.

Agus, lanjutnya, adalah pembantu di rumah Margareith Megawe, ibu angkat dari Angeline. Menurut Agung, Agus mengaku bahwa pembunuhan itu dilakukan pada tanggal 16 Mei 2015 sekitar pukul 13.00 Wita, tepat pada hari hilangnya Angeline. Agus lalu menguburkan jasad Angeline di belakang rumah majikannya itu pada pukul 20.00 Wita.

Selain itu, Agung menyebutkan bahwa Margareith telah memecat dan mengusir Agus pada tanggal 18 Mei 2015.

"Diusir dari pekerjaannya. Pada tanggal 18, banyak tamu, rumah dalam keadaan kotor. Agus dimarahi oleh Margareith, lalu diusir," tutur Agung.

Seperti diberitakan sebelumnya, Angeline dilaporkan hilang oleh Margareith saat bermain di depan rumahnya, Sabtu (16/5/2015) sekitar pukul 15.00 Wita.

Dari keterangan orang-orang di dekat rumah ataupun sekolah, Angeline diketahui kerap dimarahi ibunya. Angeline menghabiskan waktunya untuk bekerja memberi makan ayam yang dipelihara oleh sang ibu. Bila Angeline tidak memberi makan ayam, menurut kesaksian mereka, ibunya tak segan untuk memarahinya.

Angeline ditemukan tewas terkubur di halaman belakang rumahnya di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali. Jasad Angeline ditemukan bersama sebuah boneka. Setelah ditemukan, jasad Angeline langsung dibawa ke RSUP Sanglah untuk diperiksa.

Kapolda Bali Irjen Ronny Franky Sompie saat wawancara langsung dengan Kompas TV, Rabu (10/6/2015), juga mengatakan, anggota keluarga, seperti ibu dan kakak angkat Angeline; mantan pembantunya; dan seorang yang indekos di rumah tersebut diboyong ke Mapolres Denpasar untuk dimintai keterangan terkait kematian Angeline.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorCaroline Damanik

Terkini Lainnya

Viral, Penumpang Wanita Alami Pelecehan Seksual Saat Naik Kereta Jakarta-Surabaya

Viral, Penumpang Wanita Alami Pelecehan Seksual Saat Naik Kereta Jakarta-Surabaya

Megapolitan
Rumah Diterjang Banjir Rob, 37 Warga Karawang Mengungsi

Rumah Diterjang Banjir Rob, 37 Warga Karawang Mengungsi

Regional
Migran Balita Ditemukan Menangis Sendirian di Ladang Jagung Texas

Migran Balita Ditemukan Menangis Sendirian di Ladang Jagung Texas

Internasional
KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

Nasional
[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

Megapolitan
Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Internasional
Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Nasional
Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Megapolitan
'Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong'

"Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong"

Nasional
Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Megapolitan
Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Internasional
Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Megapolitan
KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

Nasional
4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

Megapolitan
[BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

[BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

Nasional

Close Ads X