Penggelapan Uang Rp 2,9 Miliar di BRI Siantar Direka Ulang

Kompas.com - 21/04/2015, 01:10 WIB
Proses rekonstruksi di kantor BRI Unit Marihat, Pematangsiantar, Sumatera Utara, Senin (20/4/2015). KOMPAS.com/Tigor MuntheProses rekonstruksi di kantor BRI Unit Marihat, Pematangsiantar, Sumatera Utara, Senin (20/4/2015).

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com - Untuk mendalami kasus dugaan penggelapan uang sebesar Rp 2,9 miliar milik BRI Unit Marihat, Polres Pematangsiantar menggelar rekonstruksi yang dilakukan oleh tersangka mantan Kepala Unit BRI Marihat, Mangarahut Sitorus, Senin (20/4/2015). Rekonstruksi dugaan penggelapan uang milik BRI tersebut langsung diperankan oleh tersangka dimulai dari perencanaan hingga proses eksekusi.

Proses rekonstruksi dimulai di kantor BRI Unit Marihat, rumah tersangka, kantor leasing, salah satu warung kopi di Jalan Ciptomangunkusumo, dan terakhir di Kantor BRI Unit Pasar Horas, Pematangsiantar. Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Arnol Julius Simanjuntak mengatakan, proses rekonstruksi dilakukan untuk menelusuri aliran dana yang diduga digelapkan oleh tersangka Mangarahut Sitorus.

"Kita masih telusuri aliran dana tersebut dan nantinya untuk memenuhi berita acara pemeriksaan (BAP) yang akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pematangsiantar," ujar Arnol.

Proses rekonstruksi berjalan lancar dan disaksikan jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Pematangsiantar dan tim kuasa hukum tersangka. Rekonstruksi di lima titik di Pematangsiantar itu juga menyita perhatian sejumlah warga di setiap lokasi.

Kuasa hukum tersangka, Miduk Panjaitan membenarkan proses rekonstruksi kliennya untuk menerangkan isi dari Berita Acara Pemariksaan (BAP) pihak Polres Pematangsiantar.

"Proses rekonstruksi tersebut jelas sesuai dengan hasil BAP. Karena semua peristiwa yang terjadi sudah dituangkan dalam BAP oleh klien saya," ucapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Partai Gelora Klaim Sudah Punya Pengurus di 500 Kecamatan di Jabar

Partai Gelora Klaim Sudah Punya Pengurus di 500 Kecamatan di Jabar

Regional
Keracunan Massal Usai Muludan di Sukabumi, Warga Santap Gudeg hingga Sambal

Keracunan Massal Usai Muludan di Sukabumi, Warga Santap Gudeg hingga Sambal

Regional
Gagal Panen, Pasokan Ikan Air Tawar di Pasar Tradisional Cianjur Menurun

Gagal Panen, Pasokan Ikan Air Tawar di Pasar Tradisional Cianjur Menurun

Regional
Mobil Mercy Tabrak Belakang Truk Brimob, Sopir Tewas, 2 Luka

Mobil Mercy Tabrak Belakang Truk Brimob, Sopir Tewas, 2 Luka

Regional
Banjir di Sumbar, 327 Rumah Warga Tergenang, Satu Bocah Tewas

Banjir di Sumbar, 327 Rumah Warga Tergenang, Satu Bocah Tewas

Regional
Usai Makan Ikan, 1 Warga Tewas, 5 Dirawat di Rumah Sakit

Usai Makan Ikan, 1 Warga Tewas, 5 Dirawat di Rumah Sakit

Regional
Cerita Ones, Guru Pedalaman Papua Dapat Beasiswa di Rusia, Ingin Bangun Sekolah di Kampung Halaman

Cerita Ones, Guru Pedalaman Papua Dapat Beasiswa di Rusia, Ingin Bangun Sekolah di Kampung Halaman

Regional
Susul Aceh dan NTB, Bank Nagari Jadi BPD Syariah Ketiga di Indonesia

Susul Aceh dan NTB, Bank Nagari Jadi BPD Syariah Ketiga di Indonesia

Regional
Kawah Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava, Warga Diimbau Tak Mendekat

Kawah Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava, Warga Diimbau Tak Mendekat

Regional
Penipuan Umrah di Banyumas, Dijanjikan Berangkat Gratis hingga Investasi Benda Antik

Penipuan Umrah di Banyumas, Dijanjikan Berangkat Gratis hingga Investasi Benda Antik

Regional
Jatuh dari Motor, Pria Ini Tewas Tertabrak Mobil

Jatuh dari Motor, Pria Ini Tewas Tertabrak Mobil

Regional
Segel Kantor DLH Kota Parepare Akhirnya Dibuka

Segel Kantor DLH Kota Parepare Akhirnya Dibuka

Regional
Setelah Mengaku Hamil, Mahasiswi UIN Alauddin Makassar Dibunuh Kekasih

Setelah Mengaku Hamil, Mahasiswi UIN Alauddin Makassar Dibunuh Kekasih

Regional
Partai Gelora Klaim sebagai Partai Islam Nasionalis

Partai Gelora Klaim sebagai Partai Islam Nasionalis

Regional
Diselundupkan dari Malaysia, 4 Anak Singa, 1 Leopard, dan 58 Kura-kura Dimasukkan dalam Kotak

Diselundupkan dari Malaysia, 4 Anak Singa, 1 Leopard, dan 58 Kura-kura Dimasukkan dalam Kotak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X