Diupahi Rp 1 Juta, Perempuan Ini Jual Gadis Belia ke Lokasi Pelacuran

Kompas.com - 07/04/2015, 07:59 WIB
Sindikat perdagangan manusia (Human trafficking) dibongkar oleh aparat dari Satuan Reserse dan Kriminal Mapolresta Medan di areal pelacuran di kawasan Pematangsiantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Dua terduga pelaku pedagang manusia yang ditangkap, berinisial Ar dan St. KOMPAS.com/ MEI LEANDHASindikat perdagangan manusia (Human trafficking) dibongkar oleh aparat dari Satuan Reserse dan Kriminal Mapolresta Medan di areal pelacuran di kawasan Pematangsiantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Dua terduga pelaku pedagang manusia yang ditangkap, berinisial Ar dan St.
|
EditorGlori K. Wadrianto
MEDAN, KOMPAS.com — Sindikat perdagangan manusia (human trafficking) dibongkar oleh aparat dari Satuan Reserse dan Kriminal Mapolresta Medan di areal pelacuran di kawasan Pematangsiantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Dua terduga pelaku perdagangan manusia yang ditangkap berinisial Ar dan St. Sementara itu, Di, satu pekerja seks di bawah umur, warga Jalan Datuk Kabu, Gang Sultan VI Medan, diselamatkan.

Kepala Satuan Reskrim Polresta Medan Kompol Wahyu Bram Istanto menjelaskan, penangkapan bermula dari laporan keluarga korban tentang Di yang telah dibawa pelaku ke Pematangsiantar untuk dipekerjakan sebagai pekerja seks.

"Korban menghilang dari rumahnya sejak Selasa (31/3/2015) lalu, kemudian orangtuanya mencari dan mendapat informasi kalau korban pergi bersama tetangganya untuk dijual ke lokalisasi Bukit Maraja di Pematangsiantar sebagai PSK," kata Wahyu, kemarin.

Di yang menolak dipekerjakan sebagai PSK lalu menemui salah seorang kenalannya di Siantar. "Dia meminta tolong agar memberi tahu orangtuanya serta melapor ke Polresta Medan," ujar Wahyu.

Setelah memastikan ciri-ciri pelaku, petugas dari Unit Ekonomi Sat Reskrim Polresta Medan berangkat ke Siantar untuk melakukan penangkapan. "Kita amankan dua orang pelaku dan korban di Siantar. Korban belum sempat melakoni pekerjaannya," kata Wahyu lagi.

Kedua pelaku dan korban diboyong ke Mapolresta Medan. Kepada polisi, pelaku mengaku menjual Di dengan harga Rp 1,5 juta. Modusnya, pelaku mengiming-imingi akan mempekerjakan korban di restoran dengan gaji tinggi. "Dari bukti yang kita dapat, pelaku sudah dua kali menjual orang," ucap Wahyu.

St adalah perempuan yang mengaku mendapat upah Rp 1 juta setiap menjual perempuan ke lokasi pelacuran. "Aku dapat Rp 1 juta, kawanku Rp 1,5 juta. Kalau korban, tak dapat apa-apa," kata St yang mengaku sudah dua kali menjual orang ke lokasi pelacuran.

Kedua pelaku dijerat Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Regional
Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Regional
Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Regional
Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Regional
Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Regional
Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Regional
Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Regional
2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Regional
Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Regional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X