Rapat Sambil Berdiri, Wapres Ambil Putusan soal Cilamaya di Kantor Desa

Kompas.com - 02/04/2015, 11:40 WIB
Icha Rastika Wakil Presiden Jusuf Kalla
KARAWANG, KOMPAS.com — Pemerintah memutuskan persoalan pembangunan Pelabuhan Cilamaya di Kantor Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Rapat terbatas itu diikuti sejumlah menteri dan pejabat terkait, Kamis (2/4/2015).

Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat di ruang pertemuan kantor tersebut. Hadir dalam pertemuan itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago.

Jusuf Kalla memimpin rapat selama sekitar satu jam. Kalla menjelaskan lebih dahulu paparan rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya. Wapres juga meminta penjelasan PT Pertamina terkait rencana itu.

Dari dua paparan itu, Wapres menarik dua benang merah, yaitu kebutuhan pembangunan pelabuhan di sisi utara Jawa. Sementara itu, Pertamina berkepentingan mengamankan aset strategisnya.

"Mari kita cari solusi dari dua hal ini. Dua-duanya harus menjadi pertimbangan, mutlak kita butuh pelabuhan, tetapi aset strategis di Jawa jangan sampai terganggu," kata Jusuf Kalla yang memimpin rapat sambil berdiri.

Selanjutnya, Kalla meminta pandangan para menteri yang hadir. Menurut Sudirman Said, alur pelayaran dari Cilamaya ke utara terlalu sempit. Menurut dia, lebih baik ada pilihan lain agar pelabuhan tidak di Cilamaya.

Sementara itu, Indroyono Soesilo berpandangan alur pelayaran di Utara Cilamaya masih lebih lebar dari alur pelayaran di Singapura. Dia memandang, sebaiknya dicari kajian akademis dahulu sebelum memutuskan dipindah ke tempat lain. Diskusi terus berlanjut hingga kemudian Kalla memutuskan pelabuhan digeser ke arah timur.


EditorGlori K. Wadrianto

Terkini Lainnya


Close Ads X