Razia, Polisi Temukan 2 Pemandu Karaoke di Bawah Umur dan Uang Palsu

Kompas.com - 26/03/2015, 22:11 WIB
Polisi mengamankan tiga orang penghuni kamar Hotel Tri Kusuma, Bandungan karena diduga membawa uang palsu Rp 30 juta pecahan 100 ribuan
kompas.com/ syahrul munirPolisi mengamankan tiga orang penghuni kamar Hotel Tri Kusuma, Bandungan karena diduga membawa uang palsu Rp 30 juta pecahan 100 ribuan
|
EditorFarid Assifa
AMBARAWA, KOMPAS.com — Jajaran Polres Semarang, Rabu (25/3/2015) malam, kembali menggelar razia besar-besaran di kawasan hiburan malam Bandungan, Semarang. Dalam razia itu, polisi menemukan dua wanita pemandu karaoke (PK) di bawah umur, masing-masing berinsial UT (17) dan NN (17).

Dua PK di bawah umur tersebut diamankan dari dua tempat karaoke berbeda, yakni Citra Dewi dan Dinasty. Selain mengamankan dua PK di bawah umur, petugas juga membawa tiga orang penghuni kamar Hotel Tri Kusuma karena diduga membawa uang palsu Rp 30 juta pecahan 100.000. Mereka adalah AH (34), warga Mustika Jaya, Bekasi, MG (49), warga Sawojajar, Malang, dan RS (46), warga Bacuhkikih, Parepare, Sulawesi Selatan. Ketiganya juga langsung dibawa ke Mapolres di Ungaran.

Kapolres Semarang AKBP Muslimin Ahmad menjelaskan, dari ketiga pelaku, pihaknya menyita uang "ipin upin" (uang mainan) sebanyak 300 lembar pecahan 100.000, uang tunai Rp 1,2 juta, uang dollar asli pecahan 1 dollar sebanyak 41 lembar, 36 kartu ATM, 3 buku tabungan dan 7 ponsel.

"Dua PK di bawah umur dan tiga penghuni hotel yang membawa uang yang diduga palsu kita periksa intensif. Uang "ipin upin" tadi ditemukan di dalam kamar hotel dan mobil Toyota Avanza hitam B 1409 KMJ," kata Muslimin, Kamis (26/3/2015).

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Herman Sophian menambahkan, tiga orang yang diduga membawa uang palsu itu hanya dikenai wajib lapor setelah dilakukan penyidikan 1 x 24 jam.

"Korbannya juga tidak ada. Mereka kita suruh wajib lapor. Secepatnya kita akan koordinasi dengan Bank Indonesia untuk pembuktian uang dan kepemilikan puluhan kartu ATM tadi," kata Herman.

Sementara itu, di lokasi terpisah, polisi juga mengamankan minuman keras impor tanpa cukai yang disimpan di mobil Nissan Grand Livina H 9201 JE. Polisi juga menemukan mobil Toyota Rush berpelat nomor palsu di lokasi parkir Hotel Tri Kusuma. Mobil tersebut seharusnya berpelat merah nopol K89F diganti menjadi pelat hitam K 8989 F. Namun, sayangnya, polisi tidak berhasil menemukan pengemudi mobil tersebut.

Razia yang dipimpin langsung Kapolres Semarang tersebut dibagi menjadi dua tim. Menurut Muslimin, razia tersebut akan ditingkatkan untuk mengantisipasi maraknya aksi kejahatan di wilayah hukum Polres Semarang, khususnya di tempat-tempat hiburan di Bandungan.

"Jangan sampai ada penyalahgunaan narkoba, termasuk aksi kriminal lain, serta eksploitasi anak di bawah umur dari sini," kata Kapolres.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Sukabumi

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Sukabumi

Regional
Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Regional
Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Regional
Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Regional
Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Regional
Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Regional
Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Regional
Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Regional
Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Regional
Video Viral Polantas Ambil Paksa Sepeda Motor di Bengkel, Ini Penjelasan Kapolres Agam

Video Viral Polantas Ambil Paksa Sepeda Motor di Bengkel, Ini Penjelasan Kapolres Agam

Regional
Libur Panjang, Kuota Wisatawan Gunung Bromo Penuh hingga Akhir Oktober

Libur Panjang, Kuota Wisatawan Gunung Bromo Penuh hingga Akhir Oktober

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 Oktober 2020

Regional
Pengguna Jalan Diingatkan Potensi Pohon Tumbang dan Longsor di Jalur Puncak

Pengguna Jalan Diingatkan Potensi Pohon Tumbang dan Longsor di Jalur Puncak

Regional
Polisi yang Pernah Aniaya Anak Buahnya Dapat Promosi Jabatan

Polisi yang Pernah Aniaya Anak Buahnya Dapat Promosi Jabatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X