Cibir Denny JA Masuk 33 Tokoh Sastra Berpengaruh, Saut Dijemput Polisi

Kompas.com - 26/03/2015, 17:32 WIB
Saut Situmorang saat berjalan mengikuti tiga petugas kepolisan untuk dibawa kejakarta sebagai saksi KOMPAS.com/wijaya kusumaSaut Situmorang saat berjalan mengikuti tiga petugas kepolisan untuk dibawa kejakarta sebagai saksi
|
EditorGlori K. Wadrianto
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — "Saya akan melawan," seru sastrawan Saut Situmorang ketika berjalan meninggalkan rumahnya di Danunegaran, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, mengikuti tiga petugas polisi dari Polres Jakarta Timur yang menjemputnya, Kamis (26/3/2015).

Penjemputan penulis buku puisi berjudul Saut Kecil Bicara pada Tuhan itu kontan membuat kaget sahabat dan para sastrawan serta seniman di Yogyakarta. Mereka pun serentak berdatangan ke rumah Saut untuk memberikan dukungan.

Sekitar pukul 14.00 WIB, Saut keluar rumah didampingi istri dan pengacaranya. Kerabat, sastrawan, dan seniman pun lantas menyalami dan memberikan dukungan. Saat pergi meninggalkan rumah dengan kawalan tiga polisi itulah, Saut menyerukan niatnya untuk melawan. "Dijemput sebagai saksi, ya itu kan bahasa polisi saja," ujar dia.

"Jika alasan polisi menjemput sebagai saksi, kenapa tidak diinterogasi di rumah saja. Kenapa harus dibawa ke Jakarta? Saya tetap siap menjalani pemeriksaan," ujar Saut. (Baca: Kok Kaget Denny JA Terpilih Jadi Tokoh Sastra?)

Sementara itu, Iwan Pangka, pengacara Saut, mengaku tidak diberi tahu bahwa akan ada penjemputan. "Untung saja masih di Yogya. Jadi, saya ke sini untuk mendampingi Saut," kata dia.

Kasus yang menimpa Saut sebenarnya merupakan ekses dari dinamika perdebatan dunia sastra. Di dunia sastra, perdebatan memang menjadi hal yang biasa dan wajar. "Lalu, jika gara-gara perdebatan sastra di media sosial berakhir ke ranah hukum, bagaimana seniman bisa mengapresiasikan diri?" kata dia.

"Padahal, bahasa-bahasa perbincangan sastrawan kan memang seperti itu. Begitu gampangnya UU ITE dijeratkan. Perdebatan sastra dikriminalisasi dengan menggunakan UU ITE. Ini tidak benar," ucap dia.

Dia mengakui, sebelumnya, memang sudah ada pemanggilan pertama dan kedua untuk Saut. Namun, beberapa waktu lalu, sudah terjadi perdamaian antara para pihak yang berseteru. Hanya, saat itu belum ada tanda tangan resminya. Setelah mereda, mendadak kasus ini dimunculkan lagi dan Saut dijemput.

"Kasus ini September 2014, sudah sempat ada perdamaian. Saya yang hadir mewakili Saut, tetapi sekarang dimunculkan lagi," tutur dia. (Baca: Kontroversi Denny JA Masuk 33 Tokoh Sastra Berpengaruh Ramai di Twitter)

Beberapa waktu lalu, Saut menyatakan sikapnya via media sosial terkait polemik yang muncul setelah terbit buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh. Polemik muncul karena nama Denny JA yang terkenal sebagai konsultan publik masuk dalam buku itu.

Komentar Saut yang menulis "bajingan" di tulisan Iwan Soekri di grup Facebook "Anti Pembodohan Buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh", berujung pelaporan Fatin Hamama dengan tudingan pencemaran nama baik di media sosial.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Regional
Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Regional
Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X