Deddy Mizwar: Setiap Hari, Seratus Ton Tinja Cemari Hulu Citarum

Kompas.com - 22/03/2015, 12:56 WIB
Beginilah wajah Sungai Citarum ketika air banjir mulai menyusut. KOMPAS.com/Reni SusantiBeginilah wajah Sungai Citarum ketika air banjir mulai menyusut.
|
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com - Sekitar 100 ton tinja dibuang ke hulu Sungai Citarum setiap harinya. Hal ini menyebabkan pencemaran Sungai Citarum yang semakin parah.

"Bayangkan, itu baru tinja saja, belum termasuk kotoran hewan, limbah B3 (bahan beracun berbahaya) dari pabrik serta sampah," ujar Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar seusai peringatan hari air sedunia di Babakan Siliwangi Bandung, Minggu (22/3/2015).

Deddy menjelaskan, data 100 ton tinja per hari dihitung berdasarkan jumlah penduduk di hulu sungai Citarum yang tidak memiliki MCK. Jika dalam satu hari, seorang warga membuang tinja sekitar 0,25 kg, maka didapat angka 1 ton tinja per hari.

Untuk memperbaiki persoalan sanitasi tersebut, pembangunan MCK terus dilakukan. Namun ada kalanya meskipun MCK sudah dibangun, masyarakat tetap membuang tinja ke sungai.

"Kalau sudah seperti itu berarti ada kebiasaan dan budaya yang harus diperbaiki," ucapnya.

Untuk itulah, sambung Deddy, tahun ini anggaran yang disiapkan Pemprov Jabar untuk masalah sanitasi diperbesar. Dari anggaran kesehatan Rp 600 miliar, sebagian besarnya ditujukan untuk menyelesaikan masalah sanitasi.

Deddy mengingatkan, Jawa Barat sejak dilahirkan memiliki kultur dan kebudayaan yang berlandaskan pada air. Itu bisa terlihat dari nama-nama daerah yang diawali dengan kata "ci" yang berarti air, contohnya, Cimahi, Cianjur, Cikalong, Cimanuk, Cisadane, Cisangkuy, dan Cikapundung. Jadi sudah seharusnya masyarakat Jabar bersama-sama menjaga air maupun sungai.

"Dulu Cikapundung bersih lalu berubah menjadi hitam. Setelah dijaga dan diperbaiki, sekarang Cikapundung berwarna coklat. Mudah-mudahan nanti kembali bersih," tutupnya.

Data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung mencatat, pada 2013 lalu pernah melakukan survei Enviromental Health Risk Assesment. Survei yang menggunakan teknik sampling stratified itu, menetapkan 26 kecamatan dan 75 desa sebagai sampel studi.

Hasilnya, 13,7 persen dari sekitar 3,3 juta warga Kab. Bandung, buang air besar di MCK umum. 3,6 persen di sungai, 2,9 persen di selokan, 0,4 persen di kebun, 4 persen pada WC di atas kolam, 0,6 persen di lubang galian. Sementara dalam hal saluran buangan tinja, 51,8 persen tidak mengalir ke tangki septik.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Jemaah Tabligh Asal Lampung Positif Covid-19 di Bengkulu

Satu Jemaah Tabligh Asal Lampung Positif Covid-19 di Bengkulu

Regional
Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Regional
Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Regional
Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Regional
Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Regional
Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Regional
UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

Regional
40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan 'Lockdown'

40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan "Lockdown"

Regional
Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Regional
TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain 'Lockdown' Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain "Lockdown" Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

Regional
Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Regional
Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Regional
Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Regional
Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Regional
Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X