Kompas.com - 19/03/2015, 15:18 WIB
Satuan Tipikor Polres Cirebon memeriksa KT, mantan Dirut RSUD Arjawinangun Cirebon, yang diduga menyelewengkan dana Jamkesmas, Jamkesda, dan Askes tahun anggaran 2011-2012 dengan total anggaran sekitar Rp 600 miliar. KT diduga merugikan uang negara sebesar Rp 6 miliar berdasarkan hasil audit BPKP. KOMPAS.com/Mohamad Syahri RomdhonSatuan Tipikor Polres Cirebon memeriksa KT, mantan Dirut RSUD Arjawinangun Cirebon, yang diduga menyelewengkan dana Jamkesmas, Jamkesda, dan Askes tahun anggaran 2011-2012 dengan total anggaran sekitar Rp 600 miliar. KT diduga merugikan uang negara sebesar Rp 6 miliar berdasarkan hasil audit BPKP.
|
EditorCaroline Damanik

CIREBON, KOMPAS.com
– Mantan Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (Dirut RSUD) Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, berinisial KT ditangkap oleh Satuan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Cirebon, Kamis (19/3/2015) siang. Penjemputan paksa dilakukan setelah terduga tersangka mangkir selama dua kali pemanggilan.

Satuan Tipikor Polres Cirebon, langsung mendatangi kediaman KT dan menyampaikan surat pemanggilan paksa di hadapan KT.

Terduga sempat mengelak, menghindar, dan meminta untuk tidak ditangkap. Namun, pihak kepolisian tetap membawanya lantaran dia sudah menghindar selama dua kali pemanggilan sejak akhir bulan lalu.

Dari perbatasan Provinsi Jawa Tengah ini, petugas langsung membawa ke Markas Polres Cirebon untuk pemeriksaan.

Kasat Reskrim Polres Cirebon AKP Jarot Sungkowo menyampaikan, KT diduga tersangka korupsi penyelewengan dana Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), dan Asuransi Kesehatan (Askes) RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon, tahun anggaran 2011-2012, dengan total anggaran sekitar Rp 600 miliar.

Selama menjabat sebagai Direktur Utama, KT diduga pernah memerintahkan bendara untuk pengadaan fiktif, dan juga memerintah membakar beberapa bukti pembelian tersebut.

“Selama penanganan kasus, kami sudah memeriksa sebanyak 25 saksi, dari beberapa pihak termasuk staf dan lainnya. Kami juga mengamankan beberapa barang bukti antara lain, kuitansi dan faktur fiktif, buku catata, dan beberapa dokumen lainnya,” katanya di depan ruang tipikor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat, tindakan KT merugikan uang negara sebesar, Rp 6.183.790.000. Petugas masih mendalami, dan memungkinkan ada tersangka lain dari tindakan korupsi tersebut. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, terduga tersangka terancam Undang-Undang RI no 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Subsider UU nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pencucian Uang dengan maksimal hukuman 20 tahun penjara.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

Regional
Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Regional
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Regional
Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.