Kompas.com - 13/03/2015, 21:35 WIB
ilustrasi hujan shutterstockilustrasi hujan
EditorFidel Ali Permana

BOGOR, KOMPAS.com - Pejabat pada BMKG Stasiun Klimatologi Dramaga, Bogor, menyatakan, saat ini wilayah Kota dan Kabupaten Bogor mulai memasuki masa peralihan atau dikenal dengan pancaroba sehingga berpotensi terjadi hujan tiba-tiba dengan intensitas lebat.

"Yang perlu diwaspadai hujan secara tiba-tiba dengan curah cukup lebat, disertai petir dan angin," kata Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Dramaga Dedy Sucahyono kepada Antara, di Bogor, Jumat (13/3/2015).

Dijelaskannya, pancaroba atau peralihan dari puncak musim hujan ke musim transisi diprediksikan berlangsung mulai Maret hingga awal Mei.

Adanya perubahan tekanan udara dari tinggi ke rendah membuat cuaca kerap berubah-ubah jika di pagi hari cerah, maka sore atau siang diprediksikan akan turun hujan.

"Untuk wilayah Bogor fenomena hujan lokal cenderung lebat, terutama di daerah kaki gunung. Hujan juga turun tidak merata sifatnya lokal, tetapi lebat," katanya.

Ia mengatakan, adanya pengaruh horografi dan konvektif lokal atau pemanasan lokal hujan di wilayah Bogor cenderung lebat disertai angin dan petir.

"Hujannya singkat tapi deras, ada petir dan angin dengan kecepatan bisa mencapai 25 knot," katanya.

Selama pancaroba tersebut, BKMG juga memprediksikan potensi terjadinya angin puting beliung dan angin kencang. Terjadinya angin puting beliung dapat diketahui dengan melakukan pengamanan secara manual.

"Kalau cuaca sangat cerah mulai dari pukul 07.00 - 10.00 WIB, lalu tiba-tiba mendung pekat dan ada awan CB menyerupai wendus gembel pada siang harinya, itu tanda akan ada puting beliung. Biasanya angin berputar sekitar lima menit," katanya.

Dedy juga mengimbau warga untuk mewaspadai petir yang selama periode Maret hingga April frekuensi kejadiannya meningkat dari bulan biasanya.

Catatan dari BMKG sejak tahun 2005 dengan periode yang sama frekuensi terjadi petir sebanyak 8.000 kali, 2007 sebanyak 13.000 kali, 2008 sebanyak 5.000 kali, dan 2010 sebanyak 1.000 kali.

"Prediksi frekuensi petir di tahun ini antara 4.000 sampai 5.000 kali kejadiannya," katanya.

Dedy menambahkan, secara umum cuaca di Kota dan Kabupaten Bogor tergolong normal, curah hujan selama bulan Maret ini berkisar 3.000 - 4.000 milimeter, suhu rata-rata 26 derajat celsius, minimum 23 derajat celsius, dan maksimal 31 derajat celsius. Sementara itu, kelembaban udara sekitar 87 persen dan maksimalnya 90 persen.

"Yang perlu diwaspadai selama musim pancaroba ini timbulnya DBD karena hujan yang tidak beraturan," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Operasi Pasar di Salatiga, Jateng, Airlangga Hartarto Disambut Histeris Emak-emak

Operasi Pasar di Salatiga, Jateng, Airlangga Hartarto Disambut Histeris Emak-emak

Regional
Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.