TNI dan PT KAI Bersengketa, Cagar Budaya Serupa "Rumah Hantu"

Kompas.com - 28/02/2015, 12:38 WIB
Gedong Kuning Ungaran tampak dari sisi selatan. KOMPAS.com/Syahrul MunirGedong Kuning Ungaran tampak dari sisi selatan.
|
EditorCaroline Damanik

UNGARAN, KOMPAS.com
 — Keberadaan salah satu bangunan peninggalan cagar budaya di Kabupaten Semarang, yakni Gedong Kuning, di Jalan Gatot Subroto, Ungaran, kian memprihatinkan. Bangunan dua lantai peninggalan Belanda ini sudah hampir roboh karena lapuk.

Ketua Paguyuban Peduli Cagar Budaya Ratu Sima (PPCBRS) Kabupaten Semarang, Sutikno, mendesak Pemkab Semarang segera turun tangan untuk menyelamatkan aset sejarah yang terletak di Kelurahan Bandarjo, Ungaran, tersebut.

"Yang paling berkepentingan dalam hal ini seharusnya Pemkab Semarang. Memang sejauh ini tidak berfungsi, namun kalau sudah roboh atau dirobohkan akan menjadi perkara," kata Sutikno, Jumat (27/2/2015).

Menurut penasihat Dewan Kesenian Kabupaten Semarang itu, Gedong Kuning pada masa perjuangan pernah digunakan sebagai gudang penyimpanan senjata serta amunisi.

"Nilai-nilai sejarah perlu dilestarikan. Kalau hilang tidak mungkin, tetapi yang perlu diwaspadai adalah beralih fungsi," imbuhnya.

Lokasi syuting film horor

Salah seorang warga Ungaran, Budiono (55), mengatakan, Gedong Kuning pernah dibuat jadi lokasi syuting film horor yang dibintangi oleh artis Farida Pasha. Saat itu bangunan tersebut belum terlalu parah kerusakannya.

"Waktu dibuat syuting film Misteri dari Gunung Merapi itu posisi balkon menara masih bagus. Sekarang sudah mau roboh," kata Budi.

Sebagai warga Ungaran, dirinya sangat menyayangkan jika pada akhirnya Gedong Kuning dibiarkan ambruk karena tidak pernah ada upaya penyelamatan. Malah, menurut Budi, ada pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan kondisi itu, dengan menjual kotoran kelelawar yang menghuni Gedong Kuning.

KOMPAS.com/Syahrul Munir Gedong Kuning Ungaran tampak dari sisi timur

Memang saat ini, bangunan yang berwarna serba kuning itu dihuni oleh ribuan bahkan mungkin jutaan kelelawar.

"Orang tidak mikir sejauh itu bahwa itu adalah peninggalan cagar budaya. Sekarang malah ditelantarkan dan dibiarkan dihuni oleh ribuan kelelawar," ujarnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Regional
179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

Regional
Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Regional
3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

Regional
Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Regional
Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Regional
Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Regional
Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Regional
Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Regional
Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Regional
Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Regional
Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Regional
Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Regional
Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Regional
Pengemudi 'Speedboat' yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Pengemudi "Speedboat" yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X