Banjir Gresik, Industri Makanan Ringan Stop Produksi

Kompas.com - 10/02/2015, 12:34 WIB
Banjir masih menggenang di jalan utama Kecamatan Cerme, Gresik. KOMPAS.com/Achmad FaizalBanjir masih menggenang di jalan utama Kecamatan Cerme, Gresik.
|
EditorCaroline Damanik

SURABAYA, KOMPAS.com - Musibah banjir di sejumlah kecamatan di Kabupaten Gresik menimbulkan kerugian bagi para pengusaha makanan ringan khususnya di Dusun Ngebret, Desa Morowudu, Kecamatan Cerme. Mereka berhenti berproduksi karena bahan baku yang disimpan rusak akibat banjir.

Pengusaha mengaku setidaknya mengalami kerugian sekitar Rp 1,5 juta per harinya, karena bahan baku yang sudah dibeli tidak dapat digunakan.

"Selain itu juga dari pembayaran karyawan dan biaya ongkos angkut yang sudah dikontrak," kata Fais Abdillah, salah satu pemilik usaha makanan ringan desa setempat, Selasa (10/2/2015).

Fais berharap, pemerintah segera mengambil langkah kongkret agar banjir di Gresik tidak selalu datang setiap tahun.

"Jika akan membangun tanggul, segera direalisasikan, agar pengusaha tetap dapat berproduksi meski saat musim hujan," ungkapnya.

Bukan hanya Fais saja yang usahanya berhenti berproduksi, puluhan pengusaha di dusun tersebut juga berhenti beroperasi, karena Dusun Ngebret terkenal sebagai sentra industri makanan ringan di Gresik. Puluhan kuintal produk makanan ringan seperti krupuk, keripik pisang, keripik ketela, kedelai goreng, dan makanan ringan olahan yang lain biasanya dikirim ke pasar-pasar besar di Surabaya.

Sementara itu, banjir di Gresik dipastikan sebagai banjir kiriman dari Jombang, dan Lamongan. Kapasitas sungai Kali Lamong hanya 600 meter kubik per detik, namun saat daerah hulu sungai curah hujan tinggi secara bersamaan, kapasitas sungai tidak mampu menampung air kiriman yang mencapai lebih dari 600 meter kubik per detik.

Akhir pekan lalu, banjir merendam sedikitnya 1.245 rumah di 29 desa Kecamatan Benjeng, Cerme dan Menganti. Banjir merendam sejumlah desa dengan ketinggian air 30 cm hingga 60 cm. Banjir juga merendam rumah milik 1.520 kepala keluarga dan sawah seluas 378 hektare.

Akhir pekan lalu, tiga warga Desa Gadingwatu, Kecamatan Menganti, yakni Heni Pratama Putra (15), Sutris (17) dan M Martoni (21) tewas akibat terseret arus deras usai mencari ikan di kawasan Menganti. (K15-11) Lima korban lainnya dirawat di Rumah Sakit Islam Cahaya Giri, Kringkang, Menganti, masing-masing Jainuri Eri Erianto (17), Rama (16), Angga (20), Andy Romadhani (18), serta Eko Tri Cahyono (29).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Anggota TNI Sembuh dari Covid-19: Cemas dan Was-was Begitu Tahu Terpapar...

Cerita Anggota TNI Sembuh dari Covid-19: Cemas dan Was-was Begitu Tahu Terpapar...

Regional
Waspada, 5 Titik Jalur Kereta Api di Daop 5 Rawan Bencana

Waspada, 5 Titik Jalur Kereta Api di Daop 5 Rawan Bencana

Regional
Info Terbaru, BNN Menduga Ada Ladang Ganja Tersembunyi di Tasikmalaya

Info Terbaru, BNN Menduga Ada Ladang Ganja Tersembunyi di Tasikmalaya

Regional
Olah Pangan Lokal, Usaha Kelompok Masyarakat Ini Beromzet Jutaan Rupiah Selama Pandemi

Olah Pangan Lokal, Usaha Kelompok Masyarakat Ini Beromzet Jutaan Rupiah Selama Pandemi

Regional
Mayat Perempuan Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo Korban Pembunuhan

Mayat Perempuan Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo Korban Pembunuhan

Regional
Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Buruh Demo di Gedung DPRD Kalsel

Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Buruh Demo di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Pemilik Tanaman Ganja di Tasik Lakukan Riset dan Gunakan Cara Ilmiah

Pemilik Tanaman Ganja di Tasik Lakukan Riset dan Gunakan Cara Ilmiah

Regional
Kisah Vera Key, Sukses Usaha Reparasi Boneka Bekas Diminati hingga ke Mancanegara

Kisah Vera Key, Sukses Usaha Reparasi Boneka Bekas Diminati hingga ke Mancanegara

Regional
Kisah TKW Indramayu Meninggal di Malaysia karena TBC, Kabur dari Majikan dan Dirawat Pria Myanmar

Kisah TKW Indramayu Meninggal di Malaysia karena TBC, Kabur dari Majikan dan Dirawat Pria Myanmar

Regional
Heboh Pendaki Foto Bugil di Gunung Gede, Ini Kata Pengelola

Heboh Pendaki Foto Bugil di Gunung Gede, Ini Kata Pengelola

Regional
Ingat, Wisatawan yang Ingin ke Bali Tetap Wajib Menunjukkan Hasil Rapid Test

Ingat, Wisatawan yang Ingin ke Bali Tetap Wajib Menunjukkan Hasil Rapid Test

Regional
Sultan HB X Ogah Komentari Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Sultan HB X Ogah Komentari Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Regional
Mengaku Dipukul Kekasihnya di Apartemen, Perempuan Ini Pecah Kaca Jendela untuk Cari Bantuan

Mengaku Dipukul Kekasihnya di Apartemen, Perempuan Ini Pecah Kaca Jendela untuk Cari Bantuan

Regional
Wartawan Dibunuh karena Masalah Sepele, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Wartawan Dibunuh karena Masalah Sepele, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Regional
Harapan Gubernur Sulsel di Periode Kedua Pemerintahan Jokowi

Harapan Gubernur Sulsel di Periode Kedua Pemerintahan Jokowi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X