Bencana Alam, Pengunjung Candi Borobudur Berkurang

Kompas.com - 25/12/2014, 14:02 WIB
Lanskap Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, difoto dari udara, Sabtu (28/6/2014). Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO-FIKRIA HIDAYAT Lanskap Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, difoto dari udara, Sabtu (28/6/2014). Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.
|
EditorDesy Afrianti
MAGELANG, KOMPAS.com - Rentetan bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia belakangan ini berdampak pada tingkat kunjungan wisata Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang kian berkurang. Bahkan pengelola TWCB memperkirakan tahun ini target kunjungan wisata ke candi tersebut tidak terpenuhi.

Aryono Hendro Malyanto, Kepala Divisi Administrasi dan Keuangan TWCB, mengatakan manajemen telah memasang target 3.531.900 wisatawan sepanjang tahun 2014 ini. Akan tetapi ia memperkirakan sampai 31 Desember 2014, target tercapai 95 persen, namun masih di atas jumlah wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur selama 2013 sebanyak 3.269.581 orang.

"Beberapa hal yang menjadi kendala kami antara lain karena faktor alam, seperti ketika Candi Borobudur terdampak abu vulkanis Gunung Kelud awal Februari 2014 lalu, kami sempat ditutup sampai dua minggu," kata Aryono di Borobudur, Kamis (25/12/2014).

Selain itu, kata Aryono, akhir tahun ini bersamaan dengan datangnya musim hujan. Hampir tiap hari kawasan Borobudur diguyur hujan terutama jika menjelang siang hari, sekitar pukul 12.00 WIB. Padahal pengunjung sudah di kisaran angka 16.000 orang.

"Lalu beberapa kejadian tanah longsor di sejumlah wilayah juga turut mempengaruhi angka kunjungan ke Candi Borobudur," ucap Aryono.

Dia juga tidak membantah jika kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu turut menjadi faktor penurunan kunjungan wisata ke warisan budaya dunia itu. Meski manajemen mengaku belum sempat menghitung besaran dampak tersebut.

"Dampaknya signifikan. Karena harga sewa bus menjadi naik, sehingga ada yang nego ulang," ucapnya.

Sementara untuk libur Natal dan Tahun Baru 2015, TWCB mematok mulai 20 Desember 2014 sampai 4 Januari 2015 akan ramai didatangi pengunjung. Setiap hari ada sekitar 25.000 hingga 30.000 orang wisatawan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.

“Kami menargetkan jumlah pengunjung libur Natal dan Tahun Baru 491.192 orang atau naik lima persen dibanding periode yang sama tahun lalu 485.683 orang," ucap Aryono.

Untuk mendukung pencapaian target, tiap hari diadakan pertunjukan kesenian tradisional, terbuka untuk wisatawan di Panggung Lumbini. Misalnya kesenian Tong Tong Lek, Kuda Lumping, Prajuritan, Ndayakan, Jathilan, Topeng Ireng, Kobrosiswo, Wartokan, Obros Petugan, Wayang Kulit serta pentas musik Keroncong.

"Kami juga gelar demo batik dan demo kerajinan pensil gaul di Museum Samuderaraksa, serta demo gerabah di Museum Borobudur. Kami pun tetap mengoptimalkan fasilitas yang ada," ucap Aryono.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi Meninggal Dunia

Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi Meninggal Dunia

Regional
Viral Chat WhatsApp Warga di Semarang Ingin Menularkan Covid-19, Ini Penjelasannya

Viral Chat WhatsApp Warga di Semarang Ingin Menularkan Covid-19, Ini Penjelasannya

Regional
KKB Berulah di Papua, TNI: Itu Cari Perhatian Jelang Sidang Umum PBB

KKB Berulah di Papua, TNI: Itu Cari Perhatian Jelang Sidang Umum PBB

Regional
Jembatan di Jalan Lintas Timur Pelalawan Ambles, Kendaraan Dialihkan

Jembatan di Jalan Lintas Timur Pelalawan Ambles, Kendaraan Dialihkan

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Simeulue Positif Covid-19

Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Simeulue Positif Covid-19

Regional
Ini Pengakuan ASN yang Terobos Ruang Isolasi dan Merekam Video

Ini Pengakuan ASN yang Terobos Ruang Isolasi dan Merekam Video

Regional
Kasus Corona dari Klaster Kantor Gubernur Jambi Bertambah

Kasus Corona dari Klaster Kantor Gubernur Jambi Bertambah

Regional
Penambahan Kasus Corona di Riau Kembali Catat Rekor Tertinggi

Penambahan Kasus Corona di Riau Kembali Catat Rekor Tertinggi

Regional
Bersalaman dengan Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi, Oknum ASN: Petugas, Catat Nama Saya

Bersalaman dengan Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi, Oknum ASN: Petugas, Catat Nama Saya

Regional
2 Pedagang Positif Corona, Pasar Terbesar di Kabupaten Tegal Ditutup

2 Pedagang Positif Corona, Pasar Terbesar di Kabupaten Tegal Ditutup

Regional
Kisah Cinta Koestomo, Urus Istrinya yang Lumpuh 19 Tahun, Terpaksa Tinggalkan Pekerjaan

Kisah Cinta Koestomo, Urus Istrinya yang Lumpuh 19 Tahun, Terpaksa Tinggalkan Pekerjaan

Regional
Kisah Pilu Koestomo Si Tukang Sepatu, Tak Lagi Bekerja karena Merawat Anak dan Istrinya yang Lumpuh

Kisah Pilu Koestomo Si Tukang Sepatu, Tak Lagi Bekerja karena Merawat Anak dan Istrinya yang Lumpuh

Regional
Gowes ke Magelang, Ganjar Disambut Pelaku UKM dengan Antusias

Gowes ke Magelang, Ganjar Disambut Pelaku UKM dengan Antusias

Regional
ASN Terobos Ruang Isolasi dan Salaman dengan Pasien Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Diisolasi

ASN Terobos Ruang Isolasi dan Salaman dengan Pasien Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Diisolasi

Regional
Raih Nilai Tertinggi, Peserta SKB CPNS Ini Jawab Semua Soal dengan Benar

Raih Nilai Tertinggi, Peserta SKB CPNS Ini Jawab Semua Soal dengan Benar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X