Kompas.com - 17/12/2014, 21:29 WIB
|
EditorFarid Assifa
BANDUNG, KOMPAS.com - Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) menahan dua pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, Rabu (17/12/2014) terkait kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di Dinkes Jabar senilai Rp 88 miliar tahun 2012 lalu. Keduanya pun dijebloskan ke Rumah Tahanan (rutan) Kebon Waru, Jalan Jakarta, Bandung.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati Jabar, Suparman, saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (17/12/2014), menyebutkan, dua tersangka itu masing-masing bernama Triswanto menjabat sebagai pejabat pembuat komitmen alat kesehatan untuk Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar Dinkes Jabar dan Amir Hamzah, anggota tim teknis pengadaan di dinas tersebut.

Menurut Suparman, keduanya ditahan setelah menjalani pemeriksaan pada Rabu pagi tadi. Seusai pemeriksaan, penyidik langsung menahan kedua tersangka itu karena sudah menemukan alat bukti yang cukup.

"Dua orang ini baru pertama kali diperiksa setelah ditetapkan tersangka pada dua bulan lalu. Tapi, penyidik sudah menemukan dua alat bukti yang cukup sehingga langsung dilakukan penahanan," katanya, Rabu.

Suparman menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan penyidik, kerugian negara akibat korupsi itu mencapai Rp 5 miliar. Namun, pihaknya masih menunggu hasil penghitungan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengetahui besaran kerugian negara keseluruhannya.

"Untuk sementara, hasil pemeriksaan penyidik kerugiannya kurang lebih Rp 5 miliar dari Rp 88 miliar itu. Untuk keseluruhannya, kita (Kejati Jabar) masih nunggu konfirmasi dari BPKP, perhitungan BPKP tentu masih bisa bertambah," kata Suparman.

Suparman menambahkan, Kejati Jawa Barat masih akan memeriksa pejabat Dinkes Jabar lainnya, yakni, Susi, sebagai pejabat pembuat komitmen pengadaan alat kesehatan untuk Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Komprehensif Dinkes Jabar. Susi juga diduga terlibat tetapi belum diperiksa karena sedang menjalankan ibadah umrah.

"Tadinya mau dipanggil tiga-tiganya hari ini. Cuma Susi katanya sedang umrah. Kita tunggu dia pulang. Setelah itu, baru kita akan jadwalkan untuk pemeriksaannya. Mereka, ketiga tersangka itu (Triswanti, Susi dan Amir Hamzah) memang sudah kita tetapkan sebagai tersangka pada bulan September, dua bulan yang lalu," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Unjuk Rasa di Pantai Marbo, Nelayan Tallo Protes Pembangunan Rel At Grade

Unjuk Rasa di Pantai Marbo, Nelayan Tallo Protes Pembangunan Rel At Grade

Regional
Bangun Mal Pelayanan Publik, Upaya Pemkab Wonogiri Ciptakan Pelayanan Lebih Bagi bagi Masyarakat

Bangun Mal Pelayanan Publik, Upaya Pemkab Wonogiri Ciptakan Pelayanan Lebih Bagi bagi Masyarakat

Regional
Rayakan HUT Ke-72, Pemprov Jateng Gelar Pertujukan Seni Spektakuler

Rayakan HUT Ke-72, Pemprov Jateng Gelar Pertujukan Seni Spektakuler

Regional
Bandar Lampung Segera Bangun 3 Hotel Baru, Wali Kota Eva: Dampak Positif dari Peningkatan Bisnis Penginapan

Bandar Lampung Segera Bangun 3 Hotel Baru, Wali Kota Eva: Dampak Positif dari Peningkatan Bisnis Penginapan

Regional
Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Regional
Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Regional
Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Regional
Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Regional
Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Regional
Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Regional
Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Regional
Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.