Kompas.com - 16/12/2014, 10:16 WIB
Presiden Joko Widodo dalam pertemuan dengan Gubernur, Kapolda, Kabinda di Istana Negara, Selasa (4/11/2014). Sabrina Asril/KOMPAS.comPresiden Joko Widodo dalam pertemuan dengan Gubernur, Kapolda, Kabinda di Istana Negara, Selasa (4/11/2014).
Penulis Suhartono
|
EditorPalupi Annisa Auliani
TARAKAN, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo berjanji memprioritaskan percepatan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah. Pemerintah, ujar dia, pada 2015 akan membangun jalan trans dan kereta api di Pulau Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Sumatera.
 
"Dari mana uangnya? Itu urusan saya. Saya akan carikan. Bisa dari APBN, swasta, atau gabungan swasta dan APBN," kata Presiden di Tarakan, Kalimantan Selatan, Senin (15/12/2014) malam.

"Rencana dan berpikirnya jangan yang kecil dan jangka pendek saja. Berpikir dan merencanakan yang besar meskipun untuk ke sana kita memulai dari yang kecil-kecil dulu," lanjut Jokowi.

Janji Presiden ini disampaikan sebelum dia membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Regional Wilayah Kalimantan di Tarakan. Sejumlah menteri hadir dalam kegiatan ini bersama para gubernur, bupati, dan wali kota se-Kalimantan.

Menurut Presiden, meski belum masuk dalam program Bappenas, perencanaan pembangunan jalan trans dan KA di empat pulau itu bisa dipercepat pada 2015, termasuk penganggarannya.
 
Jokowi menambahkan, daerah-daerah kaya sumber daya alam (SDA), seperti Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Sumatera, jangan terlalu bangga dengan kekayaannya dari SDA itu.

"Kita bisa memiliki kekayaan SDA itu. Namun, jika tidak bisa dikelola dengan baik dan benar, kekayaan itu tidak akan mendatangkan kesejahteraan. Jadi, yang penting adalah bagaimana kebijakan publik itu dijalankan dengan baik," tutur Jokowi.

Terkait usul dari pejabat Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie, tentang pembangunan di provinsi terbaru Indonesia itu, Jokowi mengatakan harus dilihat prioritasnya pula.

"Prioritasnya adalah jika proyek itu cepat menggerakkan ekonomi dan bermanfaat bagi banyak orang seperti Jembatan dan jalan, terutama akses jalan diperbatasan," jawab Jokowi.
 
Sebelumnya, Irianto mengatakan, Kalimantan Utara sebagai daerah perbatasan Indonesia dengan Malaysia membutuhkan segera pembangunan sejumlah infrastruktur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Di antaranya, akses jalan sepanjang 987 kilometer di garis perbatasan Indonesia dan Malaysia, pembangunan Jembatan Bulan (Bulungan-Tarakan), pembangunan Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning, serta mempertegas kelanjutan pembangunan proyek PLTA Sungai Kayan dan lainnya," sebut Irianto.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.