Kompas.com - 12/12/2014, 10:37 WIB
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, melihat demonstrasi penggunaan alat pencacah sampah yang disumbangkan oleh Bank Central Asia Tbk (BCA), Jumat (12/12/2014). KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANAWali Kota Bandung, Ridwan Kamil, melihat demonstrasi penggunaan alat pencacah sampah yang disumbangkan oleh Bank Central Asia Tbk (BCA), Jumat (12/12/2014).
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, menerima bantuan 10 unit mesin pencacah sampah organik senilai Rp 140 juta dari Bank Central Asia Tbk (BCA), Jumat (12/12/2014).

Bantuan tersebut secara simbolis diterima Emil, --sapaan akrab Ridwan Kamil, di Rumah Dinas Wali Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, Kota Bandung, Jumat pagi. "Saya mengucapkan terima kasih ke BCA yang telah membantu kurang lebih 10 unit alat pencacah sampah," kata Emil.

Emil mengatakan, mesin-mesin tersebut akan dioperasikan di beberapa tempat pembuangan sampah (TPS) yang ada di Kota Bandung. "Ini merupakan bagian dari perbanyakan infrastruktur," ujar dia.

Lebih lanjut, Emil berharap agar kerjasama antara Pemkot Bandung dan BCA dalam urusan sampah tidak selesai sampai di sini. Emil mengakui, kebutuhan infrastruktur kebersihan kota tidak akan tercapai sepenuhnya jika hanya mengandalkan anggaran daerah.

"Kita punya keterbatasan anggaran. Matematikanya tidak sampai (terpenuhi infrastrukturnya) kalau satu dua tahun, makanya dibantu oleh BCA," tutur dia.

Di tahun depan, kata Emil, BCA dan perusahaan-perusahaan lain diharapkan bisa memberikan bantuan untuk menambah infrastruktur kebersihan kota.  Misalnya, gerobak motor yang sangat dibutuhkan dan mesin pencacah sampah yang sangat dibutuhkan di 1.500 Rukun Warga.

"Tahun depan kita terus bersinergi. Bahkan ada gagasan membuat bank sampah, sponsor untuk gerakan pungut sampah (GPS) dan lain-lain akan dibicarakan teknis," ucap Emil.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Basisnya ada 1.500 RW. Mimpinya punya 1.500 Triseda (gerobak motor) dan 1.500 mesin pencacah sampah. "Kita cicil mencicil saja sampai kita punya segitu kapasitasnya," tandasnya.

Di tempat yang sama, Direktur BCA Tbk Subur Tan mengatakan, kerjasama ini merupakan komitmen BCA dalam pelestarian lingkungan, baik pedesaan, maupun perkotaan di seluruh wilayah Indonesia.

"Sampah merupakan salah satu masalah penting yang dihadapi kota-kota besar di Indonesia, tidak terkecuali Kota Bandung. Kami berharap dengan kerjasama ini pengelolaan sampah dengan Pemerintah Kota Bandung dapat membantu pemerintah daerah setempat untuk mengurangi persoalan sampah. Dan akhirnya keasrian Kota Bandung tetap terjaga dengan baik," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X