Diduga Korupsi Dana BOS, Eks Kepala SD di Cirebon Ditahan

Kompas.com - 11/12/2014, 20:31 WIB
YH, terduga korupsi dana BOS di Kota Cirebon. KOMPAS.com/ MUHAMMAD SYAHRI ROMDHONYH, terduga korupsi dana BOS di Kota Cirebon.
CIREBON, KOMPAS.com – Satuan Reskrim Polres Cirebon Kota menetapkan YH (46), mantan kepala SDN 1 di Kota Cirebon, Jawa Barat, sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi dana Bantuan Operasional Siswa (BOS) anggaran 2011-2013. YH bersama beberapa temannya, memalsukan laporan pertanggungjawaban (LPJ) hingga merugikan uang negara hingga Rp 472 juta.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Dani Kustoni melalui Kasat Reskrim AKP Hidayatullah menjelaskan, pengungkapan tindak pidana korupsi dana BOS berawal dari laporan pertanggungjawaban yang diduga palsu. YH menunjuk beberapa rekannya yang berasal dari pihak luar sekolah untuk membuat LPJ.

“Sejak awal penangkapan, kami memeriksa beberapa berkas dan arsip LPJ Dana BOS 2011-2013. Sekitar 30 toko yang terdapat kuitansinya dalam LPJ tersebut terbukti fiktif dan palsu,” tegas Hidayatullah di ruang kerjanya, Kamis (11/12/2014).

Selain tumpukan arsip LPJ, Hidayatullah juga mengamankan tumpukan kuitansi palsu, puluhan stempel berbagai kegiatan, tinta dan juga beberapa alat yang diduga digunakan untuk membuat laporan.

Sementara itu, di hadapan petugas, YH hanya tertunduk malu dan tak dapat berbuat banyak. Ia mengaku tak dapat membuat LPJ sendiri. Bahkan bendaharanya sendiri pun mengaku tak bisa.

“Saya tidak bisa membuat LPJ sendiri, bendahara saya pun mengaku tidak bisa. Akhirnya saya meminta tolong pada rekan saya,” kilahnya.

Sejak awal penangkapan hingga penetapan, kepolisian sudah memeriksa sebanyak sekitar 23 saksi, pihak sekolah, guru, murid, orangtua dan beberapa pejabat Dinas Pendidikan Kota Cirebon. Kepolisian akan terus mendalami kasus tersebut guna mengungkap keterkaitan pihak luar dalam tindakan korupsi ini.

“Kemungkinan ada tersangka baru masih besar. Bahkan, kemungkinan ada tindakan serupa di sekolah lain pun masih mungkin terjadi,” tukas Hidayatullah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

Regional
Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X