Datangi Polda NTT, Anggota Komisi III DPR Desak Usut Kasus Perdagangan Orang

Kompas.com - 29/11/2014, 21:09 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
KUPANG, KOMPAS.com - Tiga orang anggota Komisi III DPR RI masing-masing Benny Kabur Harman, Herman Hery dan Ruhut Sitompul, mendatangi Kepolisian Daerah (Polda), Nusa Tenggara Timur (NTT) Sabtu (29/11/2014).

Mereka mendesak polisi untuk mengusut tuntas kasus perdagangan orang yang makin marak di wilayah itu.  kedatangan tiga orang anggota Komisi III DPR Ri di markas Polda NTT tersebut langsung diterima oleh Kapolda NTT, Brigjen Endang Sunjaya dan kepala Kejaksaaan Tinggi NTT, John W Purba dan Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM NTT, Dahlan Pasaribu.

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat utama Polda NTT berlangsung tertutup dan sejumlah wartawan pun tidak diperbolehkan masuk ke ruang rapat tersebut untuk meliput. Usai pertemuan, anggota Komisi III DPR RI, Benny Kabur Harman kepada wartawan mengatakan Kapolda Bersama Kajati harus serius menangani persoalan di NTT termasuk juga kasus perdagangan orang.

“Setelah tadi Kapolda memberikan penjelasan, komisi III DPR RI mendukung sepenuhnya dengan langkah-langkah hukum yang telah di lakukan Polda NTT terkait dengan kasus perdagangan orang dan juga perwira tinggi yang di duga membeking kasus trafiking di NTT ini,” kata Benny.

Pihaknya juga meminta kapolda tidak segan-segan untuk mengabdi langkah hukum termasuk membuka sejumlah oknum yang ada di Mapolda NTT, dan pihak komisi III DPR-RI mendukung sepenuhnya.

“Dengan catatan, kedatangan DPR-RI bukan hanya mendukung Brigpol Rudy Soik tetapi pihaknya datang untuk mendukung Polda NTT supaya cepat selesai persoalan yang ada dan diproses secara hukum yang diduga ikut terlibat di dalam kasus perdagangan orang ini,” jelas Benny.

Menurut dia, jika ada oknum polisi yang terlibat di Polda NTT atau di Mabes Polri, maka harus ditindak secara tegas. Pertemuan tersebut juga dalam rangka mendukung polda NTT dan tentunya komisi III akan ikut mengawal kasus ini.

Selain itu juga komisi III akan mengupayakan dalam ikut terlibat dalam penyelidikan terkait kasus perdagangan orang di NTT. Pihak komisi III pun meminta aparat penegak hukum khususnya Polda NTT untuk lebih proaktif lagi dalam penanganan kasus-kasus korupsi di wilayah NTT.

Benny mengatakan, banyak kasus korupsi yang nilainya lebih dari Rp 80 miliar yang di angkat oleh aparat penegak hukum, seperti kasus PDAM di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, kasus PDAM di Kabupaten Negekeo dengan nilai puluhan miliar Rupiah, kasus bandara Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya serta kasus bandara Komodo di Kabupaten Manggarai Barat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X