"Blusukan" di Riau, Presiden Minta Warga Tidak Bakar Lahan

Kompas.com - 27/11/2014, 13:47 WIB
Kota Pekanbaru kembali diselimuti kabut asap yang cukup tebal pada hari Kamis (6/2/2014) pagi. Hal ini disebabkan mulai munculnya puluhan titik api akibat kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah di Riau. TRIBUN PEKANBARU/DODDY VLADIMIRKota Pekanbaru kembali diselimuti kabut asap yang cukup tebal pada hari Kamis (6/2/2014) pagi. Hal ini disebabkan mulai munculnya puluhan titik api akibat kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah di Riau.
EditorSandro Gatra


PEKANBARU, KOMPAS.com
 — Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat tidak membakar lahan untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan. Ajakan itu disampaikan Presiden saat melakukan "blusukan" ke Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Kamis (27/11/2014).

Saat itu, Presiden berdialog dengan seribuan warga di lapangan Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kepulauan Meranti. Kepulauan Meranti merupakan salah satu daerah yang sempat dilanda kebakaran lahan.

"Mohon kepada bapak-bapak yang petani diusahakan ketika membersihkan lahan jangan dengan cara membakar karena akan menimbulkan kebakaran lahan seperti yang kemarin," kata Presiden seperti dikutip Antara.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Jokowi juga menunjukkan dukungannya terhadap pengembangan tanaman sagu sebagai komoditas andalan di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kepulauan Meranti sejak lama identik dengan tanaman sagu. Luas area tanaman sagu di Meranti lebih dari 70.000 hektar, yang sebagian besar sudah ditanami secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Bahkan, ada sekitar 67 pabrik pengolahan sagu berskala kecil hingga sedang di Meranti yang memenuhi kebutuhan lokal dan permintaan ekspor ke Jepang, Thailand, dan Singapura.

Dalam kegiatan blusukan tersebut, Presiden mengunjungi pabrik pengolahan sagu tradisional bernama Basah Maju Jaya di daerah Parit Ketat, Desa Sungai Tohor. Perjalanan Presiden Jokowi menuju pabrik sagu tersebut menarik perhatian warga karena mantan Gubernur DKI Jakarta itu menggunakan becak motor.

Saat mengunjungi pabrik Basah Maju Jaya, Presiden disuguhi aneka penganan tradisional terbuat dari tepung sagu dan melakukan penanaman pohon sagu.

Seusai menanam pohon sagu, Presiden berjanji akan datang kembali ke Sungai Tohor untuk memanennya.

"Lima tahun lagi saya akan datang ke sini. Saya akan melihat sagu yang saya tanam, apakah sudah bisa dipanen," ujar Presiden, yang langsung disambut tepuk tangan warga.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X