Kompas.com - 30/10/2014, 04:08 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
PANGANDARAN, KOMPAS.com — Kediaman pribadi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, berfungsi pula sebagai kantor perusahaan-perusahaannya. Di kompleks yang sama, terdapat mes tempat tinggal pegawai dan fasilitas lain.

Berlokasi di Jalan Merdeka Nomor 312, Pangandaran, sekilas hanya terlihat rumah berbatas jalan selebar enam meter. Dua orang satpam berseragam lengkap berdiri di depan gerbangnya.

Saat memasuki gerbang, dua gedung bertingkat yang dipakai sebagai kantor PT ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air) dan PT ASI Pudjiastuti Marine langsung terlihat. Di samping dua gedung itu, ada bangunan lain yang dipakai sebagai tempat menyortir hasil laut untuk diekspor.

Masuk lebih dalam ke kompleks rumah Susi, terlihatlah bentangan danau luas, lengkap dengan pepohonan dan tanaman lain yang mengitari. Di sekeliling danau ini, tiga bangunan mes pegawai berfasilitas tak kalah dari hoteng bintang berdiri.

Masih di tepi danau, ada pula restoran untuk para pegawai. Keasrian lokasi di sekitar restoran pun semakin lengkap dengan pemandangan muara sungai yang langsung bertemu dengan Pantai Pangandaran.

“Mes yang kayak hotel ini, semuanya dinamakan (memakai nama) anak-anak kandung Susi," kata salah satu pegawai kepercayaan Susi, Rustam Effendi, Rabu (29/10/2014). Sembari berkeliling bersama Kompas.com, dia menyebutkan nama-nama itu adalah Hilman, Nadine, dan Alvi.

Rustam pun menampik kabar bahwa ada pabrik atau aset perusahaan Susi yang berada di Cilacap, Jawa Tengah. Menurut dia, perusahaan Susi hanya menjalin kerja sama dengan perusahaan lain yang ada di Cilacap terkait pengadaan hasil laut dan fasilitas pelabuhan untuk pengirimannya.

"Di sana itu, kalau enggak salah ada pabrik hasil laut milik perusahaan Jepang, bukan milik Bu Susi,” kata Rustam.

Susi adalah sosok menteri yang menarik perhatian publik karena keunikan tampilan maupun karakternya. Hanya mempunyai ijazah SMP, Susi juga mempunyai gaya bicara ceplas-ceplos, kebiasaan merokok, dan mempunyai tato.

Meski demikian, Susi juga adalah pengusaha yang memiliki perusahaan besar di bidang perikanan dan penerbangan. Asetnya bernilai ratusan miliar rupiah.

Perusahaan penerbangannya, Susi Air, terus tumbuh antara lain terlihat dari bertambahnya armada pesawat per tahun. Saat ini perusahaan tersebut mempunyai sekitar 80 pesawat dan melayani penerbangan jarak pendek di seluruh kawasan Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.