Ada Danau dan Nama Anak di Rumah Sekaligus Kantor Susi Pudjiastuti

Kompas.com - 30/10/2014, 04:08 WIB
Rangkaian bunga ucapan selamat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI terlihat di rumah Susi Pudjiastuti di Jalan Merdeka, Kabupaten Pangandaran, Selasa (28/10/2014). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHARangkaian bunga ucapan selamat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI terlihat di rumah Susi Pudjiastuti di Jalan Merdeka, Kabupaten Pangandaran, Selasa (28/10/2014).
|
EditorPalupi Annisa Auliani
PANGANDARAN, KOMPAS.com — Kediaman pribadi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, berfungsi pula sebagai kantor perusahaan-perusahaannya. Di kompleks yang sama, terdapat mes tempat tinggal pegawai dan fasilitas lain.

Berlokasi di Jalan Merdeka Nomor 312, Pangandaran, sekilas hanya terlihat rumah berbatas jalan selebar enam meter. Dua orang satpam berseragam lengkap berdiri di depan gerbangnya.

Saat memasuki gerbang, dua gedung bertingkat yang dipakai sebagai kantor PT ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air) dan PT ASI Pudjiastuti Marine langsung terlihat. Di samping dua gedung itu, ada bangunan lain yang dipakai sebagai tempat menyortir hasil laut untuk diekspor.

Masuk lebih dalam ke kompleks rumah Susi, terlihatlah bentangan danau luas, lengkap dengan pepohonan dan tanaman lain yang mengitari. Di sekeliling danau ini, tiga bangunan mes pegawai berfasilitas tak kalah dari hoteng bintang berdiri.

Masih di tepi danau, ada pula restoran untuk para pegawai. Keasrian lokasi di sekitar restoran pun semakin lengkap dengan pemandangan muara sungai yang langsung bertemu dengan Pantai Pangandaran.

“Mes yang kayak hotel ini, semuanya dinamakan (memakai nama) anak-anak kandung Susi," kata salah satu pegawai kepercayaan Susi, Rustam Effendi, Rabu (29/10/2014). Sembari berkeliling bersama Kompas.com, dia menyebutkan nama-nama itu adalah Hilman, Nadine, dan Alvi.

Rustam pun menampik kabar bahwa ada pabrik atau aset perusahaan Susi yang berada di Cilacap, Jawa Tengah. Menurut dia, perusahaan Susi hanya menjalin kerja sama dengan perusahaan lain yang ada di Cilacap terkait pengadaan hasil laut dan fasilitas pelabuhan untuk pengirimannya.

"Di sana itu, kalau enggak salah ada pabrik hasil laut milik perusahaan Jepang, bukan milik Bu Susi,” kata Rustam.

Susi adalah sosok menteri yang menarik perhatian publik karena keunikan tampilan maupun karakternya. Hanya mempunyai ijazah SMP, Susi juga mempunyai gaya bicara ceplas-ceplos, kebiasaan merokok, dan mempunyai tato.

Meski demikian, Susi juga adalah pengusaha yang memiliki perusahaan besar di bidang perikanan dan penerbangan. Asetnya bernilai ratusan miliar rupiah.

Perusahaan penerbangannya, Susi Air, terus tumbuh antara lain terlihat dari bertambahnya armada pesawat per tahun. Saat ini perusahaan tersebut mempunyai sekitar 80 pesawat dan melayani penerbangan jarak pendek di seluruh kawasan Indonesia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditangkap, Kurir Sabu di Banjarmasin Ini Menikah di Kantor Polisi

Ditangkap, Kurir Sabu di Banjarmasin Ini Menikah di Kantor Polisi

Regional
KPK Geledah Ruang Kerja Anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim

KPK Geledah Ruang Kerja Anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim

Regional
Banjir di Cilegon, 6 Kecamatan dan 1.700 KK Terdampak

Banjir di Cilegon, 6 Kecamatan dan 1.700 KK Terdampak

Regional
Cara Pengelola Dusun Semilir Urai Kerumunan agar Tak Lagi Langgar Protokol Kesehatan

Cara Pengelola Dusun Semilir Urai Kerumunan agar Tak Lagi Langgar Protokol Kesehatan

Regional
Puskesmas Teja Ditutup Setelah Tiga Tenaga Medis Positif Covid-19

Puskesmas Teja Ditutup Setelah Tiga Tenaga Medis Positif Covid-19

Regional
Direktur RSUD Soekarno Ungkap Penyebab Banyak Dokter Meninggal Saat Pandemi

Direktur RSUD Soekarno Ungkap Penyebab Banyak Dokter Meninggal Saat Pandemi

Regional
Wali Kota Malang dan Keluarganya Membaik, Sekda Masih Dirawat

Wali Kota Malang dan Keluarganya Membaik, Sekda Masih Dirawat

Regional
Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Gunakan Hak Pilih di Pilkada, Begini Mekanismenya...

Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Gunakan Hak Pilih di Pilkada, Begini Mekanismenya...

Regional
Pengemudi Speedboat yang Tabrakan Hilang Tenggelam

Pengemudi Speedboat yang Tabrakan Hilang Tenggelam

Regional
Ruang Isolasi Darurat Covid-19 di Purbalingga Terendam Air, 36 Pasien Dipindah

Ruang Isolasi Darurat Covid-19 di Purbalingga Terendam Air, 36 Pasien Dipindah

Regional
Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Regional
Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Regional
Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Regional
Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X