Kompas.com - 16/10/2014, 18:03 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo usai melepas 450 prajurit Kodam IV Diponegoro di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Para Prajurit dikirm untuk bertugas di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Timur. KOMPAS.COM/NAZAR NURDINGubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo usai melepas 450 prajurit Kodam IV Diponegoro di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Para Prajurit dikirm untuk bertugas di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Timur.
|
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menetapkan penggunaan bahasa Jawa di seluruh jajarannya dilakukan setiap hari Kamis. Hal itu tertuang melalui Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor 430/9525 tertanggal 7 Oktober 2014 tentang Penggunaan Bahasa Jawa untuk komunikasi lisan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.

Ganjar pun meminta semua pihak untuk berbahasa Jawa di lingkungan kerja masing-masing setiap hari Kamis. Dia mengatakan penggunaan bahasa Jawa ini kembali digalakkan untuk peneguhan jatidiri sebagai masyarakat Jawa Tengah.

"Tentunya juga untuk menjaga dan memelihara kelestarian bahasa, sastra, dan aksara Jawa," ujarnya Kamis (16/10/2014).

Menurut dia, penggunaan bahasa Jawa ditekankan untuk menyelaraskan fungsi bahasa dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam hal ini, pemerintah daerah ditugasi untuk membina dan melindungi bahasa bahasa Jawa sebagai bahasa ibu.

"Untuk efektivitas pelaksanaannya, saya berharap agar jajaran SKPD, bupati/wali kota dan pimpinan BUMD menggunakan bahasa Jawa setiap hari kamis di lingkungan kerja. Bahasa Jawa ini digunakan untuk komunikasi lisan," ungkapnya.

Meski demikian, naskah dinas yang diterbitkan pada hari Kamis tetap menggunakan bahasa Indonesia, sedangkan acara resmi atau kedinasan yang dilakukan pada hari Kamis bisa lebih fleksibel, yakni menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Jawa.

"Itu kan bisa dilihat, dari tamu undangannya juga. Kalau memungkinkan menggunakan bahasa Jawa ya lebih baik," tambahnya.

Ganjar menambahkan penggunaan Bahasa Jawa juga dilakukan untuk mengenali nilai-nilai estetika, etika, moral, dan spiritual yang terkandung dalam budaya Jawa. Di samping itu, menggunakan bahasa, sastra, dan aksara Jawa juga dapat menjadi wahana untuk pembangunan karakter.

Sementara itu, dalam penggunaan aksara Jawa, Pemprov Jateng juga melakukan sejumlah upaya perlindungan, antara lain dengan membakukan dan mendaftarkan aksara Jawa kepada pemerintah sesuai ketentuan perundang-undangan.

Penggunaan aksara Jawa di masyarakat dilakukan dengan menuliskan aksara Jawa sebagai pendamping Bahasa Indonesia pada nama/identitas jalan, kantor pemerintah daerah dan kabupaten/kota, serta instansi lain di Jawa Tengah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.