Kodam Mulawarman Akui Ada Oknum TNI dalam Penyerangan Pos Polisi

Kompas.com - 15/10/2014, 18:09 WIB
Foto yang diabadikan oleh warga setempat ini menunjukkan pos polisi Polsek Samboja di Km 38 Kutai Kartanegara. Puluhan pria menyerang pos ini semalam dan menganiaya dua polisi yang berada di dalamnya. Kedua polisi mengalami luka berat. 
dok.wargaFoto yang diabadikan oleh warga setempat ini menunjukkan pos polisi Polsek Samboja di Km 38 Kutai Kartanegara. Puluhan pria menyerang pos ini semalam dan menganiaya dua polisi yang berada di dalamnya. Kedua polisi mengalami luka berat.
|
EditorCaroline Damanik

BALIKPAPAN, KOMPAS.com
– Kepala Penerangan Kodam VI Mulawarman, Kolonel Chb Totok Surahmat, membenarkan adanya keterlibatan oknum TNI dalam penyerangan pada pos polisi lalu lintas Kepolisian Sektor Samboja di poros Balikpapan–Samarinda Km 38, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa (14/10/2014) pukul 22.30.

Kodam melalui Polisi Militer kini tengah mendalami dugaan oknum itu bermukim dalam satuan Detasemen Kavaleri yang berada di Km 28 poros Balikpapan–Samarinda.

“Semua sedang kami dalami. Kami akan kabari selanjutnya,” kata Totok saat dihubungi, Rabu (15/10/2014).

Pos polisi lalu lintas Polsek Samboja berada di poros Balikpapan-Samarinda Km 38 tidak jauh dari sebuah satuan TNI Detasemen Kavaleri yang berada di Km 28. Sebelum tragedi penyerangan, pos ini melakoni operasi rutin berupa pemeriksaan pada seluruh kendaraan yang melintas di depan pos polisi, Selasa (14/10/2014) pukul 22.00.

Polantas diperkuat beberapa anggota Polsek Samboja dalam menggelar pemeriksaan ini. Informasi yang dihimpun dari masyarakat sekitar, sebuah truk tangki mirip pengangkut bahan bakar minyak (BBM) tidak luput dari pemeriksaan.

Penumpang dalam kabin supir tidak menunjukkan upaya kerja sama dan berakhir memanas. Operasi rutin pun usai tak lama kemudian. Puluhan pria sambil mengendarai motor mendatangi pos polisi tak lama berselang. Beberapa di antaranya langsung memasuki pos polisi dan menganiaya Brigadir Bahri dan Brigadir Deni Wahyudi yang ada di dalam.

Penganiayaan itu mengakibatkan kedua korban mengalami luka di muka juga kepala. Totok mengakui bahwa pihaknya menduga terdapat beberapa anggota Detasemen Kavaleri terlibat dalam penyerangan itu. Polisi militer pun kini tengah memeriksa para anggota satuan ini untuk memastikan motif di balik penyerangan itu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X