Wagub Deddy Mizwar Nilai Ada Kejanggalan Kasus Pasir Besi di Tasikmalaya

Kompas.com - 14/10/2014, 00:26 WIB
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar saat diwawancarai wartawan di Gedung Sate, Bandung, Rabu, (20/8/2014) KOMPAS.com/Rio KuswandiWakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar saat diwawancarai wartawan di Gedung Sate, Bandung, Rabu, (20/8/2014)
|
EditorFidel Ali Permana


BANDUNG, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengaku kecewa dengan sikap Pengadilan Negeri Tasikmalaya, Jawa Barat yang memvonis ringan pemilik PT ASAM, yakni, Martin Frederick dengan hukuman 8 bulan penjara dengan masa percobaan dan denda Rp 10 juta subsider dua bulan kurungan yang sidangnya pada awal Oktober 2014 lalu.

Martin merupakan terdakwa kasus penambangan ilegal pasir besi. Bos PT ASAM itu didakwa dengan pasal 158 Undang-undang No.4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

"Yang kemarin, soal pasir besi itu sangat mengecewakan. Masa hukumannya cuma dua bulan dan denda Rp 10 Juta. Ini jadi pertanyaan. Apa yang menyebabkan hukumannya jadi 2 bulan?" kata Deddy di Bandung, Jawa Barat, Senin, (13/10/2014).

Deddy menjelaskan, jelas, Martin telah melakukan pengrusakan terhadap lingkungan yang jumlah kerugiannya mencapai Rp 8,3 Triliun. Sementara, Pengadilan Negeri Tasikmalaya hanya menyebut kerugian negara atas perilaku Martin hanya Rp 800 Juta.

"Ada pelecehan terhadap keadilan. Jelas dalam undang-undang pertambangan kalau tidak ada ijin, itu hukumannya 10 tahun dan denda paling berat Rp 10 miliar, kok, ini dua bulan, ada apa ini?" tanya Deddy.

Oleh karena itu, kata Deddy, Pemprov Jawa Barat akan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menindaklanjuti kejanggalan putusan PN Tasikmalaya atas vonis ringan kepada Martin.

"Kita akan kerjasama dengan KPK. Nanti bagaimana bentuk kerjasamanya dengan KPK kita jajaki, bentuk kerjasamanya seperti apa," tegasnya.

Deddy menegaskan, dalam waktu dekat dirinya akan menulis surat untuk ditayangkan ke KPK terkait hal ini.

"Ini sebentar lagi kita akan tulis surat, nanti gubernur yang akan tanda tangan," tegasnya.

Deddy mengaku akan konsultasi dengan KPK mengkaji hasil putusan PN Tasikmalaya. Deddy berharap KPK dapat mengusut tuntas dugaan keterlibatan antara pelaku penambangan ilegal dengan sejumlah pihak terkait yang diduga terlibat, termasuk dengan kepala daerahnya yang memberikan kebijakan atas penambangan ilegal tersebut.

"Mudah-mudahan KPK bisa masuk ke arah sana, kalau misalnya ada aparat yang terlibat atau mungkin selain dari aparat juga terlibat, ya, itu kita serahkan ke KPK," katanya.

Selain itu, Kerjasama dengan KPK, tambah Deddy, juga diperlukan untuk mengaudit segala kerusakan lingkungan di Jawa Barat. "Kerusakan lingkungan perlu diaudit, banyak lingkungan yang rusak di Jawa Barat," pungkasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Video Perampok Sekap Lansia di Pontianak, Pelaku Ditangkap Polisi Berkat CCTV

Viral Video Perampok Sekap Lansia di Pontianak, Pelaku Ditangkap Polisi Berkat CCTV

Regional
Detik-detik 3 Perampok di Pekanbaru Ditembak Polisi

Detik-detik 3 Perampok di Pekanbaru Ditembak Polisi

Regional
Bantu Petugas Medis Lawan Covid-19, Pemain Persik Kediri Ini Lelang Jersey

Bantu Petugas Medis Lawan Covid-19, Pemain Persik Kediri Ini Lelang Jersey

Regional
16 Hotel di Surabaya Tutup Dampak Pandemi Corona, Gaji Karyawan Dipotong 50 Persen

16 Hotel di Surabaya Tutup Dampak Pandemi Corona, Gaji Karyawan Dipotong 50 Persen

Regional
Pernikahan Siri Syekh Puji dengan Anak 7 Tahun Digelar Tengah Malam dan Saksi Sebut Ada Pencabulan

Pernikahan Siri Syekh Puji dengan Anak 7 Tahun Digelar Tengah Malam dan Saksi Sebut Ada Pencabulan

Regional
Alasan Seorang Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Alasan Seorang Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Regional
Puluhan Desa di Kabupaten Kubu Raya Bentuk Relawan Tangap Darurat Corona

Puluhan Desa di Kabupaten Kubu Raya Bentuk Relawan Tangap Darurat Corona

Regional
Seorang Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya Sendiri

Seorang Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya Sendiri

Regional
Kondisi Kesehatan 5 Pasien Positif Covid-19 Asal Padang Kian Membaik

Kondisi Kesehatan 5 Pasien Positif Covid-19 Asal Padang Kian Membaik

Regional
UPDATE: 103 Kasus Positif Covid-19 di Jatim, 22 Sembuh, 2 Daerah Masih Hijau

UPDATE: 103 Kasus Positif Covid-19 di Jatim, 22 Sembuh, 2 Daerah Masih Hijau

Regional
Antisipasi Corona, Pemkot Samarinda Perketat Pintu Masuk Wilayah

Antisipasi Corona, Pemkot Samarinda Perketat Pintu Masuk Wilayah

Regional
Kesal Tak Kunjung Dinikahi Pacarnya, Wanita Ini Coba Bunuh Diri

Kesal Tak Kunjung Dinikahi Pacarnya, Wanita Ini Coba Bunuh Diri

Regional
Dilempari Batu oleh Warga Saat Makamkan Jenazah Korban Corona, Petugas: Kita Juga Manusia, Bu!

Dilempari Batu oleh Warga Saat Makamkan Jenazah Korban Corona, Petugas: Kita Juga Manusia, Bu!

Regional
Syekh Puji Nikahi Anak 7 Tahun, Polisi Periksa 6 Saksi

Syekh Puji Nikahi Anak 7 Tahun, Polisi Periksa 6 Saksi

Regional
Cegah Corona, 197 Warga Binaan di Kepri Bebas Bersyarat dan Dipantau via 'Online'

Cegah Corona, 197 Warga Binaan di Kepri Bebas Bersyarat dan Dipantau via "Online"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X