Deddy Mizwar Beri Komentar soal RUU Pilkada Usai "Shooting"

Kompas.com - 26/09/2014, 17:29 WIB
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar saat diwawancarai wartawan di Gedung Sate, Bandung, Rabu, (20/8/2014) KOMPAS.com/Rio KuswandiWakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar saat diwawancarai wartawan di Gedung Sate, Bandung, Rabu, (20/8/2014)
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com — Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meyakini, mekanisme apa pun yang akan dipakai untuk memilih kepala daerah bukan merupakan hal substansial yang harus dipermasalahkan.

"Baik yang langsung dan tidak langsung, bebas aja, enggak masalah buat saya, enggak ada persoalan. Ini kan masalah proses, langsung maupun tidak langsung, tapi yang penting adalah dalam frame tetep demokratis," kata Deddy, Jumat (26/9/2014).

Deddy mengungkapkan pandangannya itu saat ditemui seusai shooting Greeting Idul Adha tahun 2014/1435 H di Gedung Pakuan, yang adalah rumah dinas Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, di Jalan Otto Iskandardinata, Bandung.

Deddy memandang, baik langsung maupun tidak langsung, keduanya mempunyai kekurangan dan kelebihan. Dia mengaku, yang paling penting adalah bagaimana pilkada dapat menghasilkan pemimpin yang bersih.

Kedua sistem pemilihan yang ada tidak akan menjamin pemerintahan yang jujur, bersih dan adil, serta terbebas dari praktik korupsi. "Yang langsung, demokrasi yang jujur seperti apa? ngejamin enggak, bakal terjadi demokrasi yang jujur? Prinsipnya itu aja. Yang DPRD juga, ada enggak cerminan demokrasi yang jujur?" kata dia.

"Golnya kan pemerintahan yang bersih, sebetulnya kan itu, iya kan?" kata Deddy.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X