Wakil Ketua DPRD Bengkulu: Pilkada Langsung Banyak Ruginya

Kompas.com - 08/09/2014, 12:34 WIB
Ilustrasi pemungutan suara. KOMPAS / WAWAN H PRABOWOIlustrasi pemungutan suara.
|
EditorCaroline Damanik

BENGKULU, KOMPAS.com - Politikus dan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bengkulu, Edison Simbolon menyebutkan Pemilihan Kepala Daerah langsung menyimpan banyak mudarat ketimbang manfaat. Oleh karena itu, Edison sepakat kepala daerah cukup dipilih oleh DPRD.

"Ada banyak ruginya pemilihan langsung itu, misalnya akibat pilkada langsung konflik horizontal di masyarakat tetap terjadi sementara elitenya sudah tidak lagi," kata pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Senin (8/9/2014).

Dia mencontohkan konflik di tingkat masyarakat akibat pilkada langsung sempat terjadi di Bengkulu yakni di Kabupaten Kaur beberapa tahun lalu dimana massa marah dan membakar kantor KPU setempat.

"Artinya pilkada langsung tidak sesuai dengan yang kita harapkan, toh kualitasnya tidak bagus-bagus amat," tegasnya.

Dampak negatif berikutnya adalah tingginya operasional politik yang harus ditanggung oleh kandidat sehingga saat kandidat terpilih maka tak ada pilihan lain harus mengembalikan modal yang telah dikeluarkan saat Pilkada.

"Ini tentu saja rentan dengan penyimpangan dan korupsi," bebernya.

Selanjutnya, secara keuangan, dia mengatakan bahwa untuk pemilihan gubernur Bengkulu 2015, KPU setempat telah meminta anggaran dari APBD ratusan miliar. Dia menganalogikan jika dana ratusan miliar tersebut digunakan untuk pembangunan maka sudah berapa kilometer jalan daerah yang rusak bisa diperbaiki atau fasilitas pendidikan menjadi baik.

Dia menambahkan, akibat pilkada langsung, cara berpikir masyarakat menjadi rusak karena tim sukses menjadi semacam pekerjaan dan mata pencaharian dengan transaksi ekonomi. Selanjutnya, jika Pilkada diserahkan pada dewan maka katanya dewan yang notebenenya adalah reperesentasi rakyat melalui partai ada mekanisme ketat juga dimana mekanisme itu tentu mendengar dan melihat aspirasi masyarakat.

Sementara itu, pada pilkada langsung, lanjutnya, masyarakat hanya diuntungkan karena dilibatkan pada pemilihan. Setelah itu, kewenangan rakyat relatif tak ada.

Hal yang sama juga diamini ketua DPW Nasdem Provinsi Bengkulu, Dedi Ermansyah. Pilkada yang diwakili dewan akan lebih efektif dan efisien juga murah.

"Kami lebih sepakat Pilkada tak langsung karena itu lebih murah dan efektif, kewenangan dewan kan bisa dikontrol oleh masyarakat," ujar Dedi.

Meski demikian, kedua politikus ini menyebutkan hal tersebut merupakan aspirasi dari daerah saja selebihnya DPR RI yang menentukan.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X