Kompas.com - 05/09/2014, 08:50 WIB
Kasat Reskrim AKP Hidayatullah (kanan) menunjukan barang bukti dari industri rumahan yang mengolah limbah kulit sapi bekas sepatu untuk dijadikan makanan, jenis kikil, dan cecek, di Kabupaten Cirebon, (04/09/2014). KOMPAS TV/ Muhamad Syahri RomdhonKasat Reskrim AKP Hidayatullah (kanan) menunjukan barang bukti dari industri rumahan yang mengolah limbah kulit sapi bekas sepatu untuk dijadikan makanan, jenis kikil, dan cecek, di Kabupaten Cirebon, (04/09/2014).
|
EditorGlori K. Wadrianto
CIREBON, KOMPAS.com – Perlu ekstra hati-hati saat Anda, terutama ibu-ibu rumah tangga saat sedang membeli bahan makanan untuk memasak di rumah. Jangan-jangan, bahan yang Anda beli, dan masuk ke dalam perut, mengandung zat kimia yang sangat berbahaya untuk dikonsumsi.

Di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, seorang pengusaha industri rumahan mengolah dan memproduksi makanan dari bahan dasar limbah kulit sapi, yang diduga bekas jas, jaket, tas, dan sepatu. Pelaku industri itu kemudian ditangkap satuan Reskrim Polres Cirebon Kota, Kamis (5/9/2014) kemarin.

Pengusaha berinisial AS (47) warga Desa Tengah Tani, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon itu, diduga mengolah bahan makanan yang sarat akan zat kimia berbahaya. Celakanya, ia telah 10 tahun beroperasi, tanpa mengantongi surat izin dari Dinas Kesehatan dan Badan Pemeriksa Obat Dan Makanan (BPOM) setempat.

Di industri rumahan milik AS, petugas mengamankan beberapa barang bukti yang digunakan untuk memproduksi, antara lain: potongan kulit sapi yang diduga limbah bahan jaket sepatu tas, kulit setengah matang, dan kulit yang sudah siap dijual. Mengagetkan pula, polisi menyita beberapa kilogram tawas, kapur, pasir, garam, dan beberapa zat kimia lainnya untuk memproduksi kulit limbah tersebut.

“Kami sudah mengamankan, dan masih mendalami kasus yang diduga sangat membahayakan ini. Beberapa contoh kulit, serta zat kimia berbahaya, sudah kami serahkan pada Dinas Kesehatan dan BPOM terdekat untuk diperiksa di dalam laboratorium,” kata AKP Hidayatullah, Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, kemarin.

Penangkapan AS, kata Hidayatullah, berdasarkan laporan warga setempat yang resah dan curiga terhadap operasi industri rumahan AS. Ternyata AS tidaklah sendirian, ada beberapa pengusaha yang menjalani profesi sama, pengolahan limbah kulit sepatu.

Saat dimintai keterangan petugas, AS mengaku mendapat potongan kulit sapi yang diduga bekas jaket tas, dan sepatu dari gudang besar di Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. “Saya kurang tau, potongan kulit sapi itu berasal dari apa, yang jelas saya membeli di depot (Gudang Arjawinangun), dan katanya depot mendapat kiriman dari Surabaya, Sidoarjo dan beberapa daerah lain,” kata AS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

AS pula menceritakan proses memproduksi potongan limbah kulit sapi tersebut. Pertama direbus hingga matang, kemudian dicampur kapur, garam, dan tawas bila hasil daging terlalu licin dan bau. Setelah itu, limbah kulit sapi sudah siap dijual dengan istilah cecek atau krecek, dan kikil.

“Untungnya lumayan, dari modal pembelian limbah kulit sapi Rp 30.000 per kilogram, saya bisa menjual Rp 70.000 hingga 80.000 per kilogram kikil atau krecek. Ada yang beli ke rumah, dan ada juga yang menjualkan ke pasar-pasar,” jelas AS.

AS tak bisa menjawab, saat ditanya surat izin usaha dari dinas terkait. Bahkan, AS hanya tertunduk, saat disebut kandungan zat kimia yang digunakan untuk produksi limbah itu sangat berbahaya bagi kesehatan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.