Kompas.com - 04/09/2014, 15:12 WIB
Fahmi setelah dirawat di rumah sakit dr. Slamet Martodirjo. Pembaca Kompas.com, membantu meringankan beban biaya selama perawatan di rumah sakit. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANFahmi setelah dirawat di rumah sakit dr. Slamet Martodirjo. Pembaca Kompas.com, membantu meringankan beban biaya selama perawatan di rumah sakit.
|
EditorFarid Assifa
PAMEKASAN, KOMPAS.com — Bantuan sejumlah pembaca Kompas.com untuk Fahmi (10), bocah yang dibiarkan kurus kering karena tak punya biaya untuk berobat, sudah disalurkan kepada kedua orangtuanya, Tohir dan Husunul Khotimah, Kamis (4/9/2014).

Warga asal Dusun Bungbaruh, Desa Kertagena Dajah, Kecamatan Kadur, tersebut hari ini mulai dirawat di Rumah Sakit dr H Slamet Martodirdjo, Pamekasan. Tohir menuturkan, awalnya ia keberatan anaknya dirawat di rumah sakit. Alasannya ialah karena tidak punya biaya. Namun, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan datang ke rumahnya dan meminta agar anaknya dirawat di rumah sakit secara gratis.

Namun, Tohir masih bingung karena tak punya biaya untuk kebutuhan hidup selama di rumah sakit. Namun, hati Tohir akhirnya luluh setelah ada bantuan dari sejumlah pembaca Kompas.com. Bahkan, ia semakin tenang setelah ada orang yang siap membiayai segala kebutuhannya selama perawatan dan pengobatan di rumah sakit.

"Terima kasih atas bantuan semua warga kepada saya. Mudah-mudahan Fahmi bisa sehat dan penyakitnya bisa ditangani," kata Tohir.

Sementara itu, ibu Fahmi, Husnul Khotimah, sempat melinangkan air mata saat menerima amplop berisi uang. Bahkan, ia tidak mampu berkata apa-apa. Ia hanya meminta doa agar anaknya segera diberi kesembuhan dan kesehatan.

Perawatan dan pengobatan Fahmi selama berada di rumah sakit semuanya digratiskan. Hal ini berbeda dengan sembilan tahun yang lalu saat Fahmi masih berusia setahun. Saat itu, seperti diceritakan Tohir, saat Fahmi dirujuk ke rumah sakit milik pemerintah, dia ditolak karena persyaratan sebagai pasien Jamkesmas tidak lengkap.

Fahmi, seperti diberitakan sebelumnya, mengalami kurus kering pada usianya yang ke-10 tahun. Ia tidak dirawat di rumah sakit karena kedua orangtuanya tidak punya biaya. Sebagai petani dan kuli serabutan, kedua orangtua Fahmi hanya pasrah dengan kondisi anaknya.

Baca juga:

Tak Punya Uang untuk Berobat, Fahmi Dibiarkan Kurus Kering
Berita Bocah Fahmi yang Dibiarkan Kurus Kering Undang Simpati Warga



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X