Ditahan, Sipir yang Diduga Sodomi Tujuh Napi Menangis

Kompas.com - 29/08/2014, 20:27 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorCaroline Damanik

RUTENG, KOMPAS.com - Berakhirlah sepak terjang Linus Soka (bukan PS) alias Pak Linus (52), terduga pencabulan enam orang narapidana (napi) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Carep, Kota Ruteng (baca selengkapnya: Seorang Sipir Diduga Sodomi Tujuh Napi).

Saat penyidik Polres Manggarai menyodorkan perintah penahanan, Kamis (28/8/2014), pukul 13.25 Wita, air mata Pak Linus bercucuran dari kelopak matanya. Linus mengaku sangat sedih. Air matanya tak mampu dibendung.

"Pak Linus tak menyangka akan dimasukkan ke dalam tahanan secepat ini," kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PP) Polres Manggarai, Bripka Syamsu, S.H, seusai memeriksa Linus, Kamis (28/8/2014).

Linus disangkakan melanggar pasal 82 UU No: 23/2012 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman minimal tiga tahun penjara, maksimal 15 tahun, junto pasal 289 KUHP diancam hukuman sembilan tahun penjara. Masa penahanan Linus berlangsung 20 hari, mulai Kamis (28/8/2014) sampai 16 September 2014.

Kurungan badan itu berbeda dengan harapan Linus yang disampaikan ketika jeda pemeriksaan sekitar pukul 10.00 Wita, saat menunggu kedatangan penasehat hukumnya, Toding Manasa, S.H. Linus hadir sendirian ketika menjalani pemeriksaan. Ia berharap statusnya sebagai tahanan kota.

Harapan Linus menjadi tahanan kota karena banyak pekerjaan kantor yang belum dibereskan, anaknya akan berangkat ke Malang, Jawa Timur, untuk menyelesaikan pendidikan D-4 kebidanan dan istrinya akan ke Kupang mengikuti ujian sertifikasi.

"Anaknya paling kecil di bangku kelas IV SD, tak ada orang yang mengurus di rumah. Sekian lama mereka tinggal di rumah dinas Rutan Carep. Alasan itu, Pak Linus minta dikenakan tahanan kota," jelas Syamsu.

Kasat Reskrim Polres Manggarai, Iptu Edy, S.H, M.H, mengatakan, pemeriksaan Linus berlangsung dua kali. Hari Kamis pagi, Linus diperiksa Briptu Syamsu. Syamsu mencecar Linus dengan 24 pertanyaan selama dua jam. Memasuki pertanyaan ke-25, Linus yang hadir mengenakan seragam safari biru donger, celana biru, dengan sepatu PDH warna hitam minta didampingi penasehat hukum.

Pemeriksaan diistirahatkan sekitar dua jam menunggu kedatangan Toding Manasa, yang saat itu berada di Mano, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur, sekitar belasan kilometer arah timur Kota Ruteng.

Linus dicecar penyidik dengan 46 pertanyaan. Semua pertanyaan penyidik dijawab Linus dengan lugas. Meski tak satupun dia mengaku keterangan para korban yang telah disampaikan kepada penyidik dalam pemeriksaan sebelumnya.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Potensi Besar Luwu Utara, Bupati IDP: Infrastruktur Masih Harus Ditingkatkan

Soal Potensi Besar Luwu Utara, Bupati IDP: Infrastruktur Masih Harus Ditingkatkan

Regional
Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X