Komnas HAM: Ada Laporan Oknum Polisi Terlibat dalam Bentrok Warga Iha-Luhu

Kompas.com - 21/08/2014, 20:10 WIB
Anggota Komisi Nasional Ham Azasi Manusia (Komnas HAM) RI Dianto Bacriadi (tengah) didampingi Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Maluku (kanan), Kamis (21/8/2014) bertempat di Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ambon  membeberkan sejumlah temuan pelanggaran HAM terkait bentrokan antarwarga desa IHA dan Luhu beberapa waktu lalu. 
KOMPAS.com/ RAHMAN RAHMAT PATTYAnggota Komisi Nasional Ham Azasi Manusia (Komnas HAM) RI Dianto Bacriadi (tengah) didampingi Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Maluku (kanan), Kamis (21/8/2014) bertempat di Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ambon membeberkan sejumlah temuan pelanggaran HAM terkait bentrokan antarwarga desa IHA dan Luhu beberapa waktu lalu.
|
EditorFarid Assifa
AMBON, KOMPAS.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta Kepolisian Daerah Maluku untuk mengklarifikasi laporan masyarakat yang menyebutkan adanya keterlibatan oknum anggota polisi dalam bentrokan antarwarga desa Iha dan Luhu yang menyebabkan sejumlah warga tewas tertembak peluru.

“Ada laporan dari warga Iha maupun warga Luhu kalau ada oknum aparat kepolisian yang terlibat menembaki warga saat bentrokan. Hal ini harus diklarifikasi Polda Maluku, apakah laporan itu benar ataukah tidak," ungkap anggota Komnas HAM RI, Dianto Bacriadi kepada sejumlah wartawan di Ambon, Kamis (21/8/2014).

Dia menyatakan, klarifikasi perlu disampaikan agar tidak ada penilaian buruk terhadap polisi. Menurut Dianto, dalam kunjungan dan pemantauannya ke dua desa tersebut, ditemukan sejumlah fakta bahwa dalam bentrokan itu, ada penggunaaan senjata api dan senjata rakitan serta bahan peledak.

“Ada penggunaan senjata api, namun yang banyak itu senjata api rakitan. Tapi yang kita pertanyakan itu pelurunya itu organik punya nomor registrasi, itu harus dijelaskan," ungkapnya.

Dikatakannya, pihaknya juga menemukan banyak selongsong peluru yang digunakan saat bentrok antarkedua desa bertetangga itu pecah. Selongsong peluru tersebut kini diamankan di kantor polres setempat.

"Saat kita ketemu pak Kapolres, beliau menunjukan banyak sekali selongsong peluru yang digunakan, ada satu kertas plastik," katanya.

Terkait bentrokan itu, ia meminta aparat keamanan untuk lebih mengoptimalkam fungsi intelijen untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya bentrok di masyarakat. Komnas HAM juga meminta agar aparat keamanan yang bertugas di wilayah tersebut dapat menegakkan hukum dengan baik.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.