Tunggu Putusan MK, Kader PDI-P Main Catur dan Santap Ikan Manyung

Kompas.com - 21/08/2014, 12:53 WIB
Suasana di markas pemenangan Jokowi-JK Kabupaten Semarang di Jl Brigjend Katamso, Ungaran, Kamis (21/8/2014) siang.  KOMPAS.com/Syahrul MunirSuasana di markas pemenangan Jokowi-JK Kabupaten Semarang di Jl Brigjend Katamso, Ungaran, Kamis (21/8/2014) siang.
|
EditorCaroline Damanik

UNGARAN, KOMPAS.com - Dalam menanti putusan sidang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilpres 2014, Kamis (21/8/2014) siang, sejumlah kader PDI-P hanya melakukan sejumlah kegiatan di Posko Jokowi-JK Kabupaten Semarang di Jl Brigjend Katamso Ungaran.

Sembari melihat perkembangan situasi menjelang putusan MK dari layar televisi, belasan kader PDIP ini menyibukkan diri dengan bermain catur. Selain bermain catur, menjelang tengah hari belasan kader partai moncong putih ini menyantap makan siang dengan menu kepala ikan manyung.

"Kami menuruti arahan Pak Jokowi agar para pendukung tidak turun ke jalan. Cukup nonton televisi saja. Biar tidak bosan, kami sediakan papan catur," ujar Bambang Kusriyanto, ketua DPC PDI-P Kabupaten Semarang.

Bambang yang juga Ketua DPRD Kabupaten Semarang ini mengatakan menyerahkan sepenuhnya langkah-langkah terkait putusan hasil MK kepada pengurus pusat. Sejauh ini, situasi ditingkat akar rumput di wilayah Kabupaten Semarang cukup kondusif.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, sejumlah obyek vital di Kabupaten Semarang seperti kantor Bupati di Jl Diponegoro Ungaran, kantor Panawaslu dan KPU Kabupaten Semarang di Jl Ahmad Yani mulai pukul 09.00 Wib dijaga ketat oleh aparat kepolisian.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X