Kompas.com - 07/08/2014, 08:57 WIB
Wenni, korban tsunami yang kembali ke pangkuan ibunya setelah 10 tahun terpisah. KONTRIBUTOR KOMPASTV/ RAJA UMARWenni, korban tsunami yang kembali ke pangkuan ibunya setelah 10 tahun terpisah.
|
EditorFarid Assifa

ACEH BARAT, KOMPAS.com
- Jamaliah, ibunda dari Wenni, korban tsunami Aceh 2004 lalu yang kembali ke pangkuan ibunya, masih ingat betul bagaimana putrinya itu hilang dihantam ombak besar 10 tahun lalu.

Saat gempa mengguncang Aceh 2004 silam, Jamaliah berkisah, suaminya, Septi Rangkuti, menaruh Wenni yang saat itu berusia 4 tahun di atas sebuah papan. Namun setelah gelombang tsunami menerjang, Wenni langsung menghilang. Rupanya, Wenni yang diperkirakan masih berada di atas papan, terbawa arus dan ditemukan oleh nelayan di Pulau Banyak.

"Dia ditemukan di atas papan oleh Bustamir, nelayan warga Abdya, karena saya juga masih ingat setelah gempa dulu anak saya yang ini ditaruh oleh suami saya di atas papan, namun saat gelombang tsunami datang dia langsung hilang dan berpisah dengan kami," ungkap Jamaliah kepada Kompas.com, Rabu (6/8/2014).

Kendati Wenni menghilang, namun Jamaliah dan suaminya merasakan putrinya masih hidup. Dia pun terus berdoa agar putrinya itu bisa kembali ke pangkuannya.

"Saya selalu berdoa siang dan malam, karena batin saya masih yakin anak saya masih hidup," kata Jamaliah.

Ikatan batin antara anak dan orangtuanya kian menguat sebulan sebelum Wenni ditemukan. Bahkan, ayah Wenni, Septi Rangkuti tiba-tiba sering teringat kepada putrinya itu. Bahkan, menurut Jamaliah, suaminya menjadi tidak semangat bekerja karena firasat itu.

"Ayahnya siang sering pulang ke rumah dan gelisah teringat anaknya ini. Anak kita masih ada," kata Jamaliah menirukan ucapan suaminya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Doa dan firasat orangtua terjawab sudah. Jamaliah tiba-tiba mendapat kabar tentang keberadaan putrinya dari kakak Jamaliah, Zainudin yang tinggal di Blang Pidie, Abdya.

"Begitu dapat kabar, kami langsung kemari melihatnya. Setelah kami lihat, dia memang benar anak kami karena wajahnya tidak berubah seperti dia waktu kecil dulu. Mungkin inilah saatnya Allah mempertemukan kami kembali," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Wenni (14), gadis kecil yang hilang karena diterjang gelombang tsunami di Aceh tahun 2004 lalu, akhirnya bisa kembali bertemu dengan kedua orangtuanya. Pasangan Jamaliah dan Septi Rangkuti yang pada saat bencana tinggal di Lorong Kangkung, Desa Pangong, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, telah terpisah sejak sepuluh tahun lalu dengan Wenni. (Selengkapnya baca: 10 Tahun Terpisah, Bocah Korban Tsunami Aceh Kembali ke Pangkuan Ibunya).

Setelah terpisah oleh tsunami, bocah yang memiliki nama asli Raudatul Jannah ini mengalami hilang ingatan. Bahkan, dia tidak tahu lagi namanya sendiri. Akhirnya, nenek Maryam yang mengasuh bocah tersebut memberi nama Wenniati dengan panggilan Wenni. (Selengkapnya baca: Tsunami Aceh Membuat Bocah Wenni Tak Ingat Namanya Sendiri)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.