Kompas.com - 07/07/2014, 14:10 WIB
Mantan Bupati Karanganyar Jawa Tengah Rina Iriani Sri Ratnaningsih didampingi para pengacara usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Senin (30/12/2013) KOMPAS.com/PUJI UTAMIMantan Bupati Karanganyar Jawa Tengah Rina Iriani Sri Ratnaningsih didampingi para pengacara usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Senin (30/12/2013)
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com
- Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah memanggil mantan Bupati Karanganyar, Rina Iriani pada Senin (7/7/2014). Pemanggilan Rina berkaitan dengan berkas perkaranya yang dinyatakan lengkap (P21).

Rina dipanggil untuk memenuhi syarat formal untuk menghadirkan tersangka beserta barang bukti. Hal itu berkaitan dengan peningkatan kenaikan status perkara Rina dari tahap penyidikan ke penuntutan atau tahap 2.

"Hari ini ibu Rina dipanggil di Kejaksaan. Tadi ke sana mengirim surat minta penundaan karena yang bersangkutan sedang sakit," kata kuasa hukum Rina, M Taufiq, Senin (7/7/2014).

Menurut Taufiq, pihaknya belum mengetahui soal kapan kliennya itu sembuh sehingga bisa menghadiri panggilan di Kejati Jateng. Dia pun tak bisa memberi jawaban kapan kliennya mampu menyanggupi hari pengganti tahap 2 ini.

Terkait dengan rencana tahap 2 ini, Taufiq menilai, penyidik Kejati Jateng bertindak aneh dan tidak menghargai Hak Asasi Manusia (HAM) lantaran tidak menjalankan proses penyidikan sesuai prosedur.

Dia pun menuding jika kerja penyidikan yang dilakukan tim Kejati, termasuk kejahatan jabatan seperti halnya yang pernah dilakukan oleh Jaksa Cyrus Sinaga.

"Sesuai pasal 184 Kitab Umum Hukum Acara Pidana, jika dua alat bukti masih diragukan, harus diuji terlebih dulu di laboratorium," kata Taufiq.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jateng, Eko Suwarni membenarkan ketidakhadiran Rina dengan alasan sakit. Pihak Rina telah mengirim surat ketidakhadiran yang sudah diterima oleh tim penyidik.

"Tersangka Rina dipanggil hari ini untuk penyerahan tahap 2 ke Jaksa Penuntut Umum. Tapi tidak hadir dengan alasan sakit. Surat sakit itu sudah diterima tim penyidik," ujar Eko.

Kejati pun belum menentukan langkah pemanggilan Rina untuk selanjutnya, apakah akan dipanggil ulang atau dipanggil paksa oleh tim penyidik.

Rina saat ini menyandang status tersangka pada dua tindak pidana, yaitu korupsi dan pencucian uang negara. Dua berkas perkara itu sudah lengkap dan tinggal menunggu waktu untuk tahapan selanjutnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X