Kompas.com - 21/05/2014, 12:27 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
PINRANG, KOMPAS.com — Ribuan kubik material longsor setinggi 15 meter menimbun jalan di Desa Suppirang, Kecamatan Lembang, Pinrang, Sulawesi Selatan. Tidak hanya memutuskan akses jalan antardesa dan kecamatan di sekitarnya, longsor juga menyebabkan tiga desa di sekitarnya terisolasi.

Warga yang sedianya akan berbelanja kebutuhan hidup atau menjual hasil bumi dan sembako ke desa tetangga, termasuk ke Pasar Mamasa dan Polewali Mandar,  terhambat sejak Selasa kemarin. 

Tiga desa yang terisolasi adalah Desa Sepang, Paladang dan Pasapa. Sejumlah pengendara motor dan tukang ojek yang terjebak longsor nekat menembus timbunan longsor agar bisa sampai ke tujuan.

Sementara itu, puluhan warga antardesa bergiliran memindahkan timbunan longsor menggunakan sekop, cangkul, dan linggis. Mereka berharap, upaya itu dapat membuka jalan. Namun, hingga kini, ribuan kubik material longsor belum bisa disingkirkan.

Warga berharap pemerintah turun tangan mengerahkan alat berat agar akses jalan warga bisa normal kembali.

Curah hujan yang turun sejak beberapa hari terakhir menyulitkan upaya pembersihan di lokasi itu.

Awal Mei lalu, di lokasi ini juga terjadi longsor hingga warga sempat terisolasi lebih dari sepekan. Akses jalan baru bisa dilalui kendaraan setelah warga antardesa bergotong royong secara suka rela, selama hampir sepekan.

Jansen, warga desa setempat, mengaku sudah dua hari turun tangan membantu memindahkan timbunan longsor secara suka rela agar akses jalan bisa terbuka kembali. Namun, hingga kini akses tersebut baru bisa dilalui kendaraan roda dua.

“Warga terpaksa mengangkat material longsor dengan cangkul dan linggis karena tak ada alat berat. Saya sudah dua hari bekerja, tapi belum tembus,” ujar Jansen.

Muliani, warga asal Makassar yang sedianya akan mengunjungi sanak saudaranya di desa tetangga, tertahan di lokasi longsor. Dia mengatakan, jika kendaraannya tak bisa tembus, ia terpaksa akan menurunkan sejumlah barang bawaannya dan memilih jalan kaki melintasi longsor agar bisa sampai ke tujuan.

Sejak longsor kembali memutusakn akses jalan dan mengisolasi sejak Selasa hingga Rabu (21/5/2014), warga kesulitan membeli kebutuhan pokok. Sejumlah pedagang antardesa juga tak bisa berjualan di sejumlah pasar tradisional di sekitarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.