Kompas.com - 29/04/2014, 18:29 WIB
Aparat kepolisian berusaha menghalau massa kelompok Pinus Murib yang emosi menyusul tewasnya Herius. Pembunuhan Herius Selasa kemarin diduga akibat imbas dari bentrok berkepanjangan akibat sengketa lahan di Jayanti, Kampung Mimika Gunung, Distrik Kuala Kencana, Mimika. IstimewaAparat kepolisian berusaha menghalau massa kelompok Pinus Murib yang emosi menyusul tewasnya Herius. Pembunuhan Herius Selasa kemarin diduga akibat imbas dari bentrok berkepanjangan akibat sengketa lahan di Jayanti, Kampung Mimika Gunung, Distrik Kuala Kencana, Mimika.
|
EditorCaroline Damanik

JAYAPURA, KOMPAS.com - Pertikaian dua kelompok warga akibat sengketa lahan di Kompleks Jayanti, Kampung Mimika Gunung, Distrik Kuala Kencana, kian memanas dan korban jiwa terus berjatuhan. Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com di Timika, sekitar pukul 13.32 WIT, sesosok mayat kembali ditemukan di Jalan Freeport Lama, Kampung Olaroa, Distrik Kwamki Narama, Mimika, Selasa (29/4/2014).

Enos Sondegau, Warga Satuan Pemukiman II (SP-2) Timika, ditemukan tewas dengan sejumlah luka sayatan, dan panah yang menancap ditubuhnya. Menurut sumber, penemuan mayat diketahui berawal dari teriakan-teriakan sejumlah orang dari tempat kejadian perkara yang menandakan ada seorang yang terbunuh.

Setelah mendapat laporan dari warga, Anggota Polsek Mimika Baru bersama Tim Identifikasi Polres Mimika, datang ke lokasi kejadian dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenasah Enos kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika untuk dilakukan otopsi.

Hingga kini aparat Polsek Mimika Baru dan Polres Mimika masih terus melakukan penyelidikan terkait kejadian ini, namun isu yang berkembang di Kwamki Narama bahwa pembunuhan tersebut sebagai balasan penyerangan kelompok Simon Janampa di RSUD Mimika, Senin (28/4/2014) kemarin, yang berujung tewasnya Didimus Hagabal.

Pertikaian antara kelompok Pinus Murib dan kelompok Simon Janampa akibat bersengketa lahan di Kompleks Jayanti, Kampung Mimika Gunung, Distrik Kuala Kencana, sudah berlangsung sejak 29 Januari lalu. Walau sempat didamaikan pada akhir Februari lalu, namun bentrokan kembali pecah awal Maret yang berbutut 9 orang tewas dan sekitar 300 orang luka-luka dari kedua belah pihak.

Setelah sempat didamaikan akhir Maret lalu, bentrokan kembali pecah pekan lalu. Ketatnya pengamanan yang dilakukan aparat Kepolisian di Kampung Jayanti sehingga kedua kelompok bertikai bergerilya di Kota Timika. Sejak bentrokan kembali pecah pekan lalu, sebanyak 5 orang tewas dari kedua belah pihak.

Kepala Bidang Humas, Kepolisian Daerah Papua, Kombes Pol Sulistyo Pudjo yang ditemui di Mapolda Papua masih enggan berkomentar terkait kejadian di Timika.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.